Ketahanan Indonesia Terhadap Virus KoronaMendapat Sorotan

JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan tak ada tambahan negara yang terinfeksi virus korona. Berdasar laporan yang dibuat tanggal 11 Februari, virus tersebut telah terdeteksi di 24 negara selain Tiongkok. Indonesia mendapat sorotan terkait ketahanan negeri ini sehingga belum ada kasus Covid-19 (nama penyakit akibat virus korona baru ini).

Media Amerika Serikat, New York Timesmisalnya, menurunkan tulisan yang sebagian mempertanyakan ketahanan Indonesia menghadapi korona sementara negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Vietnam, serta Australia telah menemui kasus tersebut. Bahkan Singapura yang disebut memiliki standar kesehatan lebih baik dibanding Indonesia justru telah menjumpai puluhan kasus.

Dubes RI di Singapura I Gede Ngurah Swajaya mengungkapkan, hingga 11 Februari, ada 47 orang yang positif terjangkit virus korona. Sembilan orang dinyatakan sembuh, tujuh orang dalam penanganan medis ketat, dan lainnya dalam kondisi stabil.

Dia juga mengatakan, jumlah WNI di Singapura sekitar 250 ribu orang, dengan jumlah pelajar sekitar sembilan ribu orang. Sementara jumlah wisatawan Indonesia ke Singapura rata-rata dalam setahun berjumlah tiga juta orang.

Sementara seorang warga negara Indonesia yang terdeteksi positif virus korona di Singapura dalam kondisi stabil. ”Masih dalam karantina dan kondisi stabil,” kata Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Singapura Ratna Lestari Harjana, Rabu (12/2). KBRI terus memantau kondisi WNI tersebut dengan Kementerian Kesehatan Singapura.

Kapal Pesiar

Selain itu, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes R Vensya Sitohang menyatakan 78 WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Cruise Jepang dinyatakan sehat dan selesai observasi. Kepastian itu disampaikan Vensya Sitohang dalam jumpa pers di Pusat Informasi Terpadu Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana, kemarin. ”Terhadap mereka, sudah tidak ada perlakuan khusus. Mereka kita pantau dengan kartu kewaspadaan atau health alert card. Kalau ada gangguan bisa langsung periksa dan bawa kartu,” ujar Vensya.

Dia menambahkan protokol kesehatan yang diterapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga berlaku dalam menangani Covid-19 di Indonesia. Penanganan kasus kesehatan juga sesuai dengan Instruksi Presiden No.4 Tahun 2019. Menurut Vensya, Presiden meminta semua pihak bekerja sama dalam menangani kasus pandemik seperti virus korona. ”Selain itu, ada kesepakatan antarnegara untuk siap siaga dan waspada menghadapi masalah ini,” ujar Vensya.

Dalam konferensi pers itu Vensya juga menyatakan WNI yang diobservasi di Natuna semuanya dalam keadaan sehat. Para petugas juga melakukan pemantauan secara instensif kesehatan masing-masing WNI. Menurut Vensya, pendampingan dilakukan sejumlah dokter dan psikolog. ”Makanan juga dijaga dan limbah sampah kita kelola dengan baik,” ujar Vensya. Vensya menambahkan, secara global, angka kematian akibat virus korona masih ada dan cenderung meningkat.

Namun WHO dan pemerintah China mengatakan tak ada penambahan negara yang terinfeksi korona dalam tujuh hari terakhir. ”Ada kabar gembira dari data yang bisa kita lihat global. Secara epidemiologis harus dipantau, dari WHO dan pemerintah Tiongkok mengeluarkan data yang ada bahwa tujuh hari berturutturut tidak ada negara infected yang bertambah. Mudah-mudahan kabar baik buat kita semua,” jelas dia.

Sementara dari Tiongkok dikabarkan, ada seorang warga yang terdeteksi positif terinfeksi virus korona dan diketahui dia pernah mengunjungi Bali, akhir bulan lalu. Belum diketahui identitas pasti pasien tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengungkapkan, pihaknya akan melacak perjalanan warga Tiongkok tersebut selama di Bali. Dia juga akan memastikan, apakah dia sudah terinfeksi saat di Bali atau setelah kembali ke Tiongkok. (ant-56)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *