Kepesertaan Buruh Informal Masih Rendah

  • BPJS Ketenagakerjaan

KOTA-Kepesertaan buruh atau pekerja informal dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Kudus masih rendah. Berbeda dengan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pekerja formal yang langsung ditangani perusahaan, keikutsertaannya cukup bagus.

Hal itu diungkapkan Accaount Representatif BPJS Ketenagaankerjaan Cabang Kudus, Ratih Suryaningtyas, saat sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada puluhan buruh bongkar muat, tukang ojek, dan pekerja jasa terminal anggota Serikat Pekerja Transportasi Indonesia Federasi Pekerja Seluruh Indonesia (SPTI FSPSI) Kudus. Sosialisasi berlangsung di Kantor FSPSI setempat, Rabu (3/7).

Peserta sosialisasi merupakan pekerja bukan penerima upah (BPU), atau pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan usahanya. Pekerja dimaksud di antaranya tukang ojek, buruh bongkar muat dan pekerja jasa terminal.

Ratih mengatakan, sebanyak 700 anggota SPTI FSPSI Kudus sebelumnya telah diikutkan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan yang merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kudus. CSR hanya berlaku satu bulan pada Juni lalu. Anggota SPTI yang ingin terus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dapat melanjutkan secara mandiri dengan membayar iuran Rp 16.800 per bulan, untuk jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

“Kami memiliki tiga program, selain jaminan kecelakaan kerja dan kematian, juga jaminan hari tua (JHT) yang diikuti pekerja formal,” jelasnya.
Jaminan


Menurutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pekerja formal cukup bagus karena jaminannya ditanggung pihak perusahaan. Sedang kepesertaan pekerja informal rendah karena selain harus mandiri juga masih banyak yang belum mengetahui manfaat keikutsertaan dari jaminan yang akan diterimanya.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada pekerja informal agar mereka benar- benar tahu manfaat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Ketua SPTI FSPSI Kudus, Daru Handoyo menyatakan, pihaknya terus mendorong anggotanya agar ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Dalam sosialisasi ini terdapat sekitar 30 pekerja anggota SPTI yang mendaftar, dan secara bertahap akan ditingkatkan. (H8-63)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort