Kepastian Hukum Sangat Penting

MENARIK INVESTASI : Mari Elka Pangestu berbicara tentang arti penting kepastian hukum dan transparansi dalam upaya menarik investasi.(18)

SEMARANG – Kepastian hukum dan transparansi sangat penting dalam upaya peningkatan investasi. Dua hal tersebut dapat terlaksana kalau pemimpin mau melaksanakan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Mari Elka Pangestu menekankan hal itu pada ”Lunch & Share: Ekonomi, Bisnis, dan Sosial Politik Pasca-Pilpres” di Orange Brown Cafe, Semarang, kemarin.

Acara dipandu Ketua Perkumpulan Rasa Dharma Harjanto Halim. Pesertanya terdiri atas para penggiat dan pemerhati sosial budaya, pengusaha, dan media.

Narasumber lainnya, dosen Universitas King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi, Sumanto al Qurtubi.

Menurut mantan menteri perdagangan itu, kita harus berorientasi pada pelayanan. Pelayanan terpadu satu pintu atau one stop service (OSS) harus memberi kemudahan kepada investor.

”Jangan ada ‘jalan belakang’. Pemerintah sudah melakukan serangkaian deregulasi, namun yang penting adalah langkah tersebut terlaksana di lapangan,” tegas dia.

Menanggapi pertanyaan peserta tentang pengaruh Tiongkok, dia menyatakan Indonesia sebaiknya menjalin kerja sama. Bagaimana pun, itu negara besar yang berpengaruh.

”Kalau tidak kita ambil, akan diambil oleh negara lain,” ungkap dia.

Di sisi lain, Mari mengingatkan investor Tiongkok mesti menyesuaikan diri, sensitif terhadap kondisi masyarakat Indonesia sebagaimana investor Jepang yang juga berubah, menyesuaikan diri, terutama setelah peristiwa Malari 1974.

Sumanto menyebutkan Arab Saudi pun gencar menjalin kerja sama dengan Tiongkok, sedangkan di Indonesia justru muncul sikap penolakan terhadap hal-hal berbau Negeri Panda itu.

”Arab Saudi yang sering dijadikan contoh sebagian masyarakat Indonesia justru bekerja sama, tapi ada sebagian di antara kita yang malah mengembangkan isu asing aseng,” ujar dia.

Ia menekankan mayoritas diam atau silent majority harus berani bicara memanfaatkan media sosial. Media tersebut perlu dipakai untuk mengedukasi publik, sehingga tidak dikuasai kelompok intoleran.

”Masyarakat perlu terlatih mengelola informasi, agar tidak mudah terpengaruh isu yang tidak benar. Jangan ada kekerasan, wacana dilawan dengan wacana, supaya masyarakat makin banyak referensi,’’ papar dia.(J14-18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort