Kendal Tetapkan Darurat Korona

-Hingga 18 Juni 2020

KENDAL – Pemkab Kendal menetapkan darurat bencana korona hingga 18 Juni 2020. Hal itu dikuatkan dengan SK Bupati Kendal Nomor: 360/196/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Nonalam Epidemi dan Wabah Penyakit Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan, penyebaran virus korona sudah dinyatakan sebagai pandemi di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Jumlah masyarakat yang terserang virus korona semakin hari semakin meningkat. Bahkan sudah terdapat korban jiwa.

Selain itu, juga menyebabkan kerugian material yang berdampak terhadap berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, perlu ditetapkan siaga bencana korona.

”Kami putuskan siaga bencana korona hingga 18 Juni 2020 atau selama 92 hari sejak ditetapkan pada 18 Maret 2020,” katanya, seusai Rapat Koordinasi Gugus Tugas Cepat Penangangan Covid-19 Kabupaten Kendal yang digelar di Ruang Ngesti Widhi, Selasa (24/3).

Mirna meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bergerak cepat dalam penanganan penyebaran korona, terutama menggencarkan tentang perlunya social distancing (pembatasan sosial atau menjaga jarak) agar penyebaran virus korona bisa ditekan. Sekda sebagai ketua tim gugus tugas, supaya segera membuat tim hingga tingkat elemen masyarakat untuk memberikan pengertian tentang pembatasan sosial.

”Saya imbau juga melibatkan RT-RT dan guru untuk menjadi agen dalam mengingatkan orang tua, agar sementara melarang anak-anaknya keluar rumah, sekaligus menyosialisasikan tentang cuci tangan dan menjaga kesehatan,” tuturnya.

Dia juga meminta peran dari TNI-Polri melalui babinsa dan babinkamtibmas untuk memberikan edukasi pentingnya selalu menjaga kebersihan baik diri sendiri maupun lingkungan.

”Gugus tugas bisa menyusun skema pencegahan, membuat pusat layanan atau call centre, dan membuat basis laporan tentang warga yang mengalami demam, batuk, maupun pilek dalam radius rukun tangga bisa terpantau,” terangnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, berencana memperpanjang masa belajar mandiri siswa-siswi TK-SD selama 14 hari lagi. Masa belajar mandiri yang ditetapkan pertama akan berakhir, Minggu, 29 Maret mendatang.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, pihaknya segera membuat surat edaran terkait rencana penambangan masa belajar di rumah selama 14 hari.

”Semula belajar mandiri selesai, 29 Maret. Rencana akan kami tambah lagi selama 14 hari,” jelasnya.(H36-22,58)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *