Kemajemukan Perlu Diperkenalkan Sedini Mungkin

JAKARTA-Hal pokok yang harus ditanamkan dan menjadi habituasi sedari dini dalam pendidikan karakater adalah mengajarkan perbedaan dan memberikan pemahaman bahwa berbeda itu saling melengkapi.
Hal itu dikemukakan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo saat menjadi pembicara dalam seminar nasional yang diselenggarakan Setara Institute di Hotel Ashley, Jakarta, Senin (11/11).
Dalam seminar yang bertema “Merawat Kemajemukan, Merawat Negara Pancasila: Agenda Nasional Promosi Toleransi pada Kepemimpinan Baru”, Romo Benny mengungkapkan ekosistem Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sudah hilang.
“Kita harus mengembalikan sejarah awal bangsa yang penuh kerukunan di tengah perbedaan. Ekosistem Pancasila adalah ekosistem yang menerima perbedaan dan pandangan hidup bahwa berbeda itu saling melengkapi dan saling merajut persatuan,” ujarnya.
Dikemukakan, pengembalian ekosistem tersebut bisa dilakukan dengan menanamkan sejak dini kepada anak-anak agar bisa menjadi habituasi. “Pendidikan Pancasila bukan lagi dengan cara doktrinisasi. Tetapi dengan habituasi, menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak untuk mengenal keragaman dan kemajemukan,” tambahnya.
“Guru dan orang tua harus membangun ekosistem Pancasila ini. Menghayati bukan didoktrin, tetapi bisa lewat dongeng, pembelajaran, kesenian, hingga permainan sehingga menjadi habituasi. Sejak dini menghayati Pancasila dalam hidup yang saling melengkapi,” jelas Romo Benny.
Diperjuangkan
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo yang menegaskan toleransi harus menjadi sebuah kebutuhan.
“Toleransi haruslah menjadi kebutuhan bagi kita semua karena kebhinekaan adalah pembentuk bangsa. Bukan sesuatu yang sifatnya given, tapi harus diperjuangkan,” ujarnya.
Dia menambahkan, radikalisme adalah embrio lahirnya terorisme melalui kekerasan dan aksi-aksi ekstrem. “Cirinya intoleransi, fanatik, selalu merasa benar sendiri, eksklusivisme, hingga kekerasan dalam bentuk lain.”
Dia menambahkan, Presiden memiliki komitmen tinggi menjaga ideologi bangsa dengan membuat dua lembaga untuk pemantapan ideologi bangsa, yaitu MPR dan BPIP.
” MPR dan BPIP adalah dua lembaga yang harus bekerja sama dalam pemantapan ideologi bangsa dengan mengawal dan menumbuhkan keyakinan terhadap Pancasila,” ujarnya.( B1-65)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *