SM/Zulkifli Z Fahmi WAWANCARAI WARGA : Dua perwakilan dari The Asahi Shimbun, Hidefumi Nogami dan Endang R Suciyati mewawancarai warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh didampingi sukarelawan PMI Grobogan, Defa Ramadan. (58)
- Regional Jateng

Kekeringan Grobogan Jadi Perhatian Media Jepang

GROBOGAN – Bencana kekeringan di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Grobogan mendapat perhatian dari media massa dari Jepang The Asahi Shimbun.

Mereka ingin mengetahui secara langsung dampak kekeringan yang terjadi di Kabupaten Grobogan. The Asahi Shimbun mengirimkan dua perwakilannya ke Kabupaten Grobogan. Mereka adalah Kepala Biro Jakarta Korespondan untuk Indonesia, Hidefumi Nogami dan seorang wartawan, Endang R Suciyati.

Bersama tim dari PMI Provinsi Jateng, mereka datang ke Kantor PMI Kabupaten Grobogan, Selasa (10/9). Di sana Hidefumi Nogami dan Endang R Suciyati yang juga menjadi penerjemah menanyakan seputar dampak kekeringan di Kabupaten Grobogan.

Hidefumi Nogami menjelaskan The Asahi Shimbun ingin melihat secara langsung dampak perubahan iklim yang terjadi di dunia. Menurutnya, perubahan iklim yang terjadi saat ini merupakan kejadian luar biasa.

”Ini tidak hanya perubahan iklim, tapi krisis iklim. Tidak hanya koresponden di Indonesia yang diminta untuk meliput terkait perubahan iklim ini, tapi beberapa koresponden di seluruh dunia juga sama. Media kami ingin mengetahui dampak nyata dari krisis iklim yang terjadi ini,” katanya.

The Asahi Simbun mengetahui dampak perubahan iklim yang parah sejak Mei 2018 lalu. Namun, saat itu belum ada kesempatan karena banyak kejadian lain.

”Seperti diketahui, Indonesia dan Jepang sama-sama memakan nasi. Saya tidak bisa membayangkan, betapa susahnya bila ini memengaruhi sektor pertanian. Sebab, datangnya bencana tidak bisa diduga-duga. Saat ini, di Jepang juga panas dan berbeda dari sebelumnya,” katanya.

Seusai melakukan wawancara, Hidefumi diajak PMI Grobogan untuk meliput proses penyaluran bantuan air bersih di Desa Kenteng, Kecamatan Toroh. Peliputan mulai dari proses pengambilan air bersih hingga penyerahan kepada warga.

Kepala Seksi Pelayanan PMI Grobogan, Gesit Kristiawan menjelaskan, berdasarkan data BPBD Kabupaten Grobogan pada 7 September lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan sudah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di 107 Desa di 15 Kecamatan.

”Dalam penyaluran bantuan air bersih, PMI sifatnya hanya membantu dan selalu berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Grobogan. Kendala kami adalah belum memiliki truk tangki air bersih. Adapun kendaraan yang ada merupakan milik PMI Provinsi,” katanya.(zul-22)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *