Kejagung Blokir Rekening Efek Jiwasraya

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut ada dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait pemblokiran rekening efek yang masuk dalam pusaran transaksi saham kedua tersangka kasus Jiwasraya, Benny Tjokro dan Heru Hidayat.

Kejagung menyebut sudah ada 212 single investor identification (SID) yang diblokir. Yang jelas, latar belakang diblokir karena terindikasi bahwa ini ikut dalam transaksi-transaksi investasi saham yang terkait dengan kedua orang (BT dan HH) yang kami tahan,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah di Gedung Bundar, Jakarta, Senin (17/2).

Febrie mengimbau agar para pelaku pasar tidak cemas terhadap pemblokiran rekening efek tersebut. Para pemilik rekening, kata Febrie, dapat mengajukan keberatan terhadap Kejagung.

”Dan terhadap para pelaku pasar tidak perlu khawatir karena kita juga melakukannya juga dengan sebelumnya penelitian dan kita juga terbuka untuk menerima komplain atau juga untuk klarifikasi apakah pemblokiran ini dapat kita teruskan atau tidak,” ujarnya.

Tim penyidik, lanjutnya, saat ini masih fokus terhadap pemblokiran efek. Febrie mengimbau agar pemilik rekening efek yang merasa keberatan diblokir untuk datang ke Kejagung guna mendapat kejelasan.

”Penyidik sedang konsentrasi di klarifikasi terhadap rekening-rekening efek yang diblokir agar ada kejelasan mengapa penyidik melakukan pemblokiran tersebut,” ujarnya.

Enam Tersangka

Terkait kasus Jiwasraya, Kejagung telah menetapkan enam tersangka yakni Benny Tjokro, Komisaris PT Hanson International Tbk, Heru Hidayat, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) dan Hendrisman Rahim, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Selain itu, ada pula Hary Prasetyo, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) serta Direktur PT Maxima Integra bernama Joko Hartono Tirto.

Untuk sangkaan korupsi, para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan berkaitan dengan sangkaan TPPU, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah menyebut sudah memeriksa delapan saksi.

Terbaru, pihaknya juga menjerat kedua tersangka dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Benny Tjokro dan Heru Hidayat, dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). (dtc,ant-64)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *