Kecewa Sistem Zonasi PPDB, Siswa Bakar Piagam Penghargaan

KAJEN – Lantaran kecewa dengan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang diberlakukan, seorang siswa di Kajen nekat membakar belasan piagam penghargaan miliknya karena tidak diterima di sekolah yang diinginkan. Atas aksi nekat tersebut, kini ramai diperbincangkan di masyarakat.

Berdasarkan informasi, pelaku yang nekat membakar belasan piagam penghargaannya itu adalah Yuna (12) warga Perumahan Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Ayah Yuna, Sugeng Witoto (50), mengaku, aksi itu spontan dilakukan anaknya di rumah sang nenek. Yuna kecewa karena tidak bisa masuk sekolah di tempat yang diinginkan yakni di SMP 1 Kajen.

“Sekarang sistemnya zonasi, meski sekolah tersebut (SMP 1 Kajen-Red) cukup dekat dari sini namun anak saya tidak bisa masuk karena kalah dengan siswa lain yang rumahnya lebih dekat,” kata dia.

Selain menempuh sistem zonasi, dia mengaku sudah berusaha menggunakan jalur prestasi agar masuk di sekolah yang diinginkan, karena selama ini anaknya juga memiliki berbagai prestasi baik dari sisi akademik maupun nonakademik.

Jalur Prestasi

Namun sayang, upaya yang dilakukannya tersebut juga belum bisa membuahkan hasil karena jalur prestasi bisa ditempuh kalau dilakukan di luar zonasi.

“Saya tidak menyalahkan pihak terkait. Kekecewaan yang dilakukan anak saya menurut saya wajar. Jangankan anak, saya pribadi juga kecewa dengan sistem sekarang yang diberlakukan. Kalau ada sistem seperti ini lantas buat apa adanya prestasi. Padahal prestasi itu disabet tidak dengan cara mudah. Mohon untuk bisa dikaji ulang lagi,” katanya.

Dia menceritakan, semula aksi nekat anaknya tidak hanya ingin membakar seluruh piagam penghargaan yang diterimannya, tapi juga piala. Beruntung ibunya bisa menghentikan aksi sang anak dan mengamankan piala.

“Piagam semua sudah terbakar hanya tersisa pialan. Saya rasa kekecewaan ini tidak hanya dirasakan saya secara pribadi, tapi juga masyarakat umum lainnya,” tuturnya.

Dikatakannya, dengan adanya hal ini kini pihaknya berusaha menerima apa yang terjadi dan mengalihkan menyekolahkan anaknya ke SMP Muhammadiyah Kajen.

“Saya akan terus memberikan motivasi kepada anak. Tapi mohon kepada pihak terkait agar dikaji kembali, agar kejadian serupa tidak terjadi kepada anak-anak berprestasi lainnya,” harap dia. (H79-50)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort