Kartunis Suara Merdeka Raih Anugerah Jurnalistik Adinegoro

BANJARMASIN – Kartunis Suara Merdeka Djoko Susilo kembali menorehkan prestasi dengan meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019. Penghargaan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2020 oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari di Banjarbaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2).
Puncak acara HPN 2020 di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dihadiri Presiden Joko Widodo, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, serta para menteri dan perwakilan negara sahabat.
Karya Djoko yang memenangi penghargaan tersebut berjudul “Anak-anak Terlena oleh Gadget”, diterbitkan pada edisi 24 Juli 2019. Ini kali kedua Djoko meraih penghargaan serupa setelah 2014. Djoko mengatakan, bangga karyanya terpilih lagi untuk anugerah ini. “Saya juga berharap ke depan muncul anak-anak muda untuk berkompetisi pada ajang prestise ini,” kata dia.
Setelah menilai dengan seksama penyajian 679 karya dari berbagai kategori, para juri menetapkan para peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019. Ketua Panitia Tetap Anugerah Karya Jurnalistik Adinegoro, Rita Sri Hastuti, mengatakan penerima penghargaan merupakan karya terbaik pers Indonesia. ”Jadi, Anugerah Adinegoro yang tiap tahun meningkat pesertanya ini menjadi barometer sekaligus prestise dan prestasi para insan pers,” kata dia.
Rita menambahkan, pemenang dipilih melalui proses seleksi. Karya-karya peserta dinilai para juri yang terdiri dari tokoh pers, pengamat, akademisi, dan profesional yang menguasai bidang jurnalistik. Menurut dia, penilaian tak sembarangan. Pasalnya, beberapa kali penyelenggaraan Anugerah Adinegoro tidak menemukan pemenang.
“Contohnya pada 2018, untuk kategori indepth reporting media cetak tidak ada pemenang karena tidak memenuhi syarat,” lanjutnya.
Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menyediakan hadiah Rp50 juta untuk masing-masing pemenang di setiap kategori, berikut trofi, dan piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Selalu Rindu
Saat memberikan sambutan, Presiden Joko Widodo menyebut dirinya kapok jika tidak menghadiri acara tersebut. “Setiap ada peringatan Hari Pers Nasional, saya berusaha keras untuk hadir. Saya pernah nggak hadir sekali, setelah itu kapok betul karena mengatur waktu sangat sulit, begitu juga hari ini,” katanya.
Jokowi pun menjelaskan alasan dirinya kapok absen di acara HPN. Menurut dia, insan pers selalu menemani ke mana pun dirinya pergi. Bahkan, para menteri belum tentu selalu mengikuti ke mana dirinya pergi.
“Pagi ini perjalanan saya ke Canberra via Banjarmasin, sekali lagi ini demi Hari Pers Nasional,” lanjut dia.
Meski pers tetap kritis terhadap dirinya, Jokowi mengaku tidak pernah membenci. “Bagi saya hubungan dengan insan pers bukan benci tapi rindu, tetapi selalu di hati dan selalu rindu. Selama lima tahun pertama menjabat hingga kini, pers tetap mengkritik, baik kritik yang pedas, kurang pedas, dan biasa saja. Termasuk saat memberitakan Pemilu, 2019 pemilihan umum terbesar dan terumit di dunia. Tahun ini akan ada Pilkada di 270 daerah, saya berharap dukungan pers lebih maksimal,” tuturnya.
Jokowi berharap pers menjadi garda terdepan untuk bisa menyampaikan informasi yang benar.(K18-70)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *