Kampus Wajib Kembangkan Budaya Akademik

SEMARANG – Budaya akademik menjadi kunci untuk mewujudkan visi besar perguruan tinggi memberi kontribusi bagi bangsa. Tanpa komitmen itu, perguruan tinggi akan terseret pada arus post-truth atau pascakebenaran.
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman mengatakan, menjadi keniscayaan bagi civitas academica untuk mewujudkan atmosfer akademik. Perguruan tinggi ialah rumah ilmu, tempat di mana ilmu dijunjung tinggi dan terus dikembangkan. Untuk itu, tanpa dorongan terhadap budaya akademik, mustahil perguruan tinggi mampu menjaga marwahnya sebagai rumah ilmu.
”Budaya akademik itu tecermin dalam pengutamaan sifat dan sikap seorang akademisi,” ujar Fathur, di Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Senin (24/6).
Era post-truth sedikit banyak telah membuat pakar menjadi terdeligitimasi secara keilmuan. Sebab, pada zaman serbadigital ini, siapa pun seakan merasa sudah mengetahui semua hal melalui dunia maya. Padahal, internet memiliki dua sisi. Meski positif sebagai sarana penyebaran ilmu pengetahuan, tanpa pengetahuan cukup untuk bisa menyaring informasi, siapa pun berpotensi terjerumus pada informasi menyesatkan.
Karena itu, satuan tugas di perguruan tinggi, dari program studi hingga fakultas, perlu membentuk komunitas untuk meningkatkan kepakaran dan keilmuan dosen. Berdasarkan bidang ilmu masing-masing, dosen dapat membentuk komunitas akademik untuk saling belajar. Selain itu, pada masa mendatang, studi lintas disiplin juga semakin terbuka.
Menurut Fathur, dampak turunan dari meningkatnya budaya akademik ialah perguruan tinggi mampu meningkatkan capaian yang telah ditetapkan sendiri dan dalam pemeringkatan oleh lembaga-lembaga terpercaya.
Selai itu, dorongan untuk bersanding dan bersaing dengan kampus bergengsi di luar negeri juga menjadi suatu keharusan.
Suatu Keharusan
Sebab, hal itu menjadi salah satu tolok ukur kampus memiliki kemajuan secara akademik. Mengutip buku Richard Carlson berjudul ”Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar” (2019) itu, seluruh insan akademik mesti berorientasi pada pewujudan visi universitas dan mengabaikan hal-hal kecil yang mengganggu.
Sebelumnya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unnes Prof Zaenuri menuturkan, pada 2019 ini Unnes menargetkan masuk dalam klaster satu pemeringkatan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Selain itu, menyiapkan diri menuju perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH). Capaian atas tujuan besar itu terus dievaluasi sehingga terumuskan langkah-langkah yang taktis dan kendala dapat diatasi. ”Akselerasi peningkatan penelitian, publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional, dan inovasi juga termasuk dalam perjanjian kinerja 2019,” ujar Zaenuri.
Menurut Zaenuri, untuk memenuhi target 60% prodi terakreditasi A, Unnes kini mesti menambah delapan prodi yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Tahun ini, setiap fakultas juga ditarget bisa meluluskan sebanyak tujuh dosen yang sedang menempuh studi doktoral. (G9-40)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort