Kamila, Sempurna.

Jakarta, Suaramerdeka.News — Bagi Setiawan Djodi, Kamila, trio vocalist-violinist berawak Ava Victoria, Ana Achjuman dan Mia lsmi Halida adalah perkecualian. Menurut musisi senior dan mantan punggawa Kantata Takwa itu, sejak nyaris 10 tahun lalu, dia tahu trio ini mempunyai bakat bermusik yang baik, “Saat latihan di studio pribadi saya, ” kata Setiawan Djody, Senin (7/10) petang di Jakarta, saat rilis album perdana Kamila.

“Saya suprise melihat trio ini bisa maju terus. Buat saya pop string is good. Syukursyukur ada gitar akustiknya. Congratulation, I saw and I heard, this is good,” imbuh Djody sembari memuji pilihan genre Kamila, yang mengusung aliran pop string.

Kamila dan Tumpengan. (SMNews/benny benke).

Hal senada dikatakan Franky Raden. Menurut komposer dan pengajar musik senior ini, dirinya sudah tahu trio Kamila akan berhasil meneguhkan namanya sebagai musisi penting di Indonesia, ” Hanya masalah waktu saja, ” katanya.

Karena, menurut peraih Piala Citra untuk Penata Musik Terbaik via film November 1828 (1979), Kamila mempunyai kualitas musikal dan vokal yang mumpuni. “10 tahun lalu ketemu di studionya mas Djody. Saya sudah dan selalu suka Kamila. Buktinya, saya pernah ngundang Kamila di pulau Seribu, ke Festival Musik Internasional yang saya buat. Usul saya, jangan tangungtanggung setelah ngeluarin album, langsung ke luar negeri sekalian, jangan hanya main domestik. Dengan bungkus lebih profesional, apalagi di era digital,” kata Frangki Raden.

Menjawab pujian dan tantangan Setiawan Djodi dan Franki Raden, Kamila, yang merilis album perdana self tittle “Kamila, ” menyatakan kesiapannya. “Udah sekalian nyemplung, basahin aja semua, ” kata Ava Victoria bercanda.

Ava, Mia dan Ana. (SMNews/benny benke) .

Trio Kamila sejatinya bukan oran baru dalam kazanah musik Indonesia. Mereka bertiga kenyang panggung hiburan musik di Tanah Air. Hanya biasanya, mereka lebih banyak tampil dan nyaman (?) sebagai artis pendukung, atau bahkan berada di belakang layar.

Ava Victoria yang rupawan ini, adalah pemain biola orchestra “cabutan” di beberapa grup orkestra. Dari Magenta Orchestra, Erwin Gutawa Orchestra, Dian HP, Aminoto Kosin, Oni and Friends dan beberapa lainnya. Selain itu, kesibukan dan bakatnya seabrek. Luar biasa. Sampaisampai ayahandanya bercanda,”Kelakuannya juga luar bisa, ” katanya.

Tentu saja maksud ayahanda Ava adalah bercanda. Karena putrinya tersebut nyaris tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah, saking banyak dan ribet agendanya.

Karena Ava juga berprofesi sebagai produser musik, arranger, komponis, dan penata musik di beberapa nomor musikal dan konser. Diantaranya Konser Dongeng Naura (2015, 2017, 2018), Teater Musikal) Tresna (2014) dan Monolog Musikal Srintil (2019) oleh Artswara Production, Drama Musikal Bawang Merah Bawang Putih (2012) dan Musikal Khatulistiwa (2016).

Yang juga bersama Ifa Fachir dan Simhala Avadana; juga menjadi penata musik di beberapa nomor Iagu dalam album Naura. Ava juga pernah menjadi salah satu nominator AMI Awards kategori Penata Musik Lagu Anak tahun 2018. “Makanya saya itu sebenernya lebih sreg menjadi penata lagu anak. Tapi terkadang menantang diri sendiri dengan genre pop string, menarik juga, ” imbuh Ava, yang juga aktif bermain musik keroncong dan memiliki grup keroncong, Keroncong Musyawarah. Ava juga merintis orkestranya sendiri: AV Orchestra.

Sedangkan Ana Achjuman, adalah pemain biola yang merangkap menjadi qualification and validation engineer untuk beberapa perusahaan Farmasi. Sebagai pemain biola, Ana juga adik Kandung Ava Victoria, pernah tergabung dalam beberapa orkestra seperti Magenta Orchestra, Dian HP, Widya Kristiyanti Orchestra, dan Twilight Youth Orchestra. Juga menulis lagu untuk musisi lain.

Lalu Mia Ismi Halida penyanyi, pemain biola, song writer, voca| director dan vocaI coach di Univetsitas Indonesia. Mia juga matang tampil di berbagai even musik di Rusia, Inggris, Turki,Jepang, Korea, Cina, Dubai, Spanyol dan sejumlah negara lainnya.

Singkatnya, prestasinya juga mentereng. Termasuk pernah menjadi runner up Putri Batik Indonesia.

Sepenceritaan Ava, Kamila berdiri sejak tahun 2015, dan mengambil nama Kamila, karena namanya dalam bahasa Arab berarti ‘Kesempumaan’. Sejak tahun 2015, pula, trio ini telah merilis delapan (8) single secara digital (6 adalah original song dan 2 Iagu cover). “Sebelum pada akhirnya kami membulatkan tekad merilisnya dalam bentuk album di hari ini, ” kata Ava.

Kamila, Cantik dan Berbahaya. (SMNews/Bb).

Album ini berisi lagu lagu original Kamila yang ditulis mereka bertiga, plus Rishanda Singgih (yang juga bertindak sebagai Music Producer di album ini). “Ngga mudah membuat album ini. Prosesnya uda dua tahun. Karena kesibukan masingmasing personilnya, Masya Allah, ” kata Singgih.

Delapan lagu di dalam album ini didominasi nuansa pop elektronik dengan sentuhan strings akustik. Demi memperkaya album ini, nama sejumlah musisi ternama seperti Glenn Fredly, Tompi, Oddie Agam dan Jevin, Reza Hernanza ”The Groove”, Adhitya Marquee & Arva DTX, juga Barty Maheswara dilibakan di album ini.

Sempat membawakan beberapa single mereka secara live, diantaranya, “Prison of Love, ” kekuatan vokal yang rigid dan permainan biola yang teknis, dan dukungan komposisi musik yang artistik, menjadikan Kamila benarbenar “sempurna”. Selamat menyenpurnakan nasib Kamila…. (benny benke – 69).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *