Bakkar Wibowo (Suaramerdeka.News/Doc).
- Kolom Esai, Life Style, Regional Jateng

Kami Berkolaborasi, Maka Kami Ada.

Oleh Bakkar Wibowo, Co-Founder & Creative Director Prambanan Jazz Festival.

Yogyakarta, Suaramerdeka.News —Semburat jingga mewarnai atap langit sebelah barat Candi Prambanan. Rupanya, rumah persembahyangan Hindu dari masa silam yang jauh dan terbesar di Asia Tenggara itu sedang bermandi senja.

Lalu, ditemani secangkir kopi hitam zonder gula, senja yang temaram itu menjadi terasa intim di tengah keriuhan pesta. Intimasi itu pun makin larut dengan hembusan angin tipis-tipis.

Sungguh, inilah senja yang tak terlupakan. Yang syahdu dan riuh bersekutu tatkala panggung pesta Prambanan Jazz tersaji secara ajeg di rumah suci dan gigantis warisan renaisans awal Nusantara abad sembilan masehi itu.

Inilah pergelaran di ruang terbuka yang tak sekadar mengobral hedonisme kaum urban. Sejatinya, Prambanan Jazz dihadirkan sebagai medium selebrasi sekaligus edukasi kepada para penghikmat musik jaz untuk turut peduli pada situs warisan dunia.

Sebagai penyelenggara, kami melihat inilah cara lain untuk turut menumbuhkan kesadaran kolektif kepada generasi kiwari agar bisa secara kolektif menjaga-lestari monumen agung masa lampau. Dan, pilihan itu dilakukan lewat musik.

Sebagaimana Prambanan dibangun banyak orang, Prambanan Jazz adalah proyek kolaborasi. Dengan siapa saja yang duduk bersama membangun kesamaan dengan //platform// menuju harmoni.

Jika Charles Darwin bilang yang terkuat yang bertahan dan Wallace berkata yang adaptif yang bertahan; bagi kami yang sanggup berkolaborasilah yang bisa beradaptasi atas jalannya zaman.

Kolaborasi bukanlah sekadar mempertontonkan dua atau lebih musisi yang beraksi dalam satu panggung.

Kolaborasi adalah kemampuan berdialog; yang klasik dengan kontemporer, yang tradisi dan modern, yang senior dan darah muda, yang berpengalaman matang internasional dengan musisi kabupaten.

Esensi kolaborasi dari hajatan Prambanan Jazz ini adalah mengirimkan pesan bahwa negeri di bawah angin ini membutuhkan adanya kerja sama lintas pihak.

Maka, sambutlah proyek kebudayaan ini yang akan dihelat kurang dari 2 pekan lagi, 5-7 Juli. Sebagai bentuk ihtiar kami memberikan sumbangsih proyek strategi kebudayaan di tingkat global. Semoga berkenan.

Prambanan Jazz Festival 2019. #prambananjazz2019. #prambananjazz. (Benny Benke – 69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *