Jumlah Pedagang Satai Anjing Bertambah

KARANGANYAR – Pedagang satai anjing di Karanganyar langsung membengkak, begitu akan mendapatkan bantuan dari Baznas Pemkab Karanganyar Rp 5 juta. Saat dipanggil bertemu Bupati Juliyatmono lalu tercatat hanya 38 orang, namun setelah itu bertambah menjadi 49 orang.

“Memang susah, sebab mereka jualan satai anjing tanpa nama tanpa papan. Jadi akhirnya saat didata petugas Baznas dan Dinas Peternakan, saling tunjuk antarteman. Jadilah total pedagang ada 49 orang,” kata Siti Sofiyah, kabid Peternakan, Disnakan Karanganyar, Kamis (27/6).

Saat pemberian santunan alih pekerjaan sebesar Rp 5 juta kepada mereka, pedagang berdatangan ke aula Disnakan Karanganyar untuk diverifikasi Kartu Keluarga dan identitas mereka. Saat pukul 12.00 WIB diundang belum semuanya datang sampai pukul 13.00 WIB. Namun akhirnya mereka datang semua.

Sebanyak 16 pedagang satai anjing langsung menyatakan menolak. Kebanyakan mereka beridentitas di luar Karanganyar seperti Solo, Sukoharjo, Sragen.

“Mereka kebanyakan merupakan pedagang besar dengan omset 3-4 anjing setiap hari, sehingga santunan Rp 5 juta itu bagi mereka hanya sehari diperoleh dari omset jual anjing itu. Mereka merasa rugi jika menutup usahanya,” kata Sofiyah.

Dia memberi contoh pedagang satai anjing di Lalung, Karanganyar, maka dia cukup memindahkan warung ke seberang jalan dan sudah masuk Polokarto, Sukoharjo. Dia tidak terkena aturan harus tutup karena yang punya aturan hanya Karanganyar.

Terhadap yang menolak itu, Siti Sofiah mengatakan, seperti aturan yang dituturkan Bupati, maka mereka akan berhadapan dengan Satpol PP yang siap menertibkan pedagang satai anjing yang nekad berjualan di Karanganyar. Tapi tentu menunggu sampai terbit aturan hitam di atas putih baik perbup maupun perda.

“Biar saja mereka menolak. Itu hak mereka, namun hak kami juga untuk melindungi hewan itu agar tidak menjadi sarana penyebar penyakit rabies dan zoonosis. Kalau melihat makin merebaknya anjing diperjualbelikan, maka tinggal tunggu waktu saja akan terjadi ledakan penderita rabies.”

Sementara itu, Suparno, bekas pedagang satai anjing asal Buntar, Mojogedang, mengatakan, setiap hari omset usahanya sudah sekitar satu jutaan paling sedikit. Harga anjing Rp 600.000/ekor yang dipasok pedagang besar.

“Dengan santunan ini sebetulnya rugi, namun akan saya coba beralih pekerjaan menjadi pedagang hewan unggas. Saya belum siap, karena masih menunggu santunan yang akan diberikan. Nanti akan saya belikan gerobak untuk jualan unggas,” kata dia.

Sementara, Iskandar, wakil ketua Baznas, mengatakan, santunan sebesar Rp 5 juta itu akan diambilkan dari dana zakat bagi pedagang yang masuk kategori fakir miskin, dana nonsyariah yang berasal dari bunga bank bagi pedagang nonmuslim, dan dana infak bagi pedagang yang kaya atau tidak masuk kategori penerima zakat.

“Dana itu semua ada di Baznas dan sudah disisihkan sehingga tidak menyalahi pemberian dana zakat untuk 8 asnab yang harus menerima zakat, sehingga pengentasan bekas pedagang satai anjing ini tidak menyalahi zakat,” kata dia. (an-51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort