Jokowi Akan Dinobatkan Sebagai Bapak Koperasi Ekonomi Digital Indonesia

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal dinobatkan sebagai Bapak Koperasi Ekonomi Digital Indonesia (KDI). Penobatan yang diinisiasi Benteng Jokowi (BeJO) tersebut rencananya akan diadakan pada Rakernas KDI I, 20 Februari 2020 di Samarinda, Kaltim.

“Panitia Rakernas I KDI akan mengundang Presiden Jokowi dan beliau sekaligus untuk membuka acara Rakernas 1 KDI. Saat itu juga akan Presiden Jokowi akan dinobatkan sebagai Bapak Koperasi Digital ekonomi Indonesia,” ujar Ketua Umum BeJO Jack T.W. Tumewan didampingi Sekjen Zaenal Aziz, Senin (9/12) malam.

Dia mengatakan, Presiden Jokowi dinilai sosok yang peduli pada dunia ekonomi digital 4.0. Dimana Presidem banyak melahirkan kebijakan yang peduli pada ekonomi berbasis teknologi digital.

“Di hadapan perserta Rakernas nanti, Presiden Jokowi akan kami berikan penghargaan Koperasi ekonomi Digital Indonesia (KDI) sebagai penghormatan pada kebijakannya yang peduli pada koperasi dan UKM berbasis digital,” ungkapnya.

Selanjutnya kata dia, beberapa pokok persoalan yang selama ini dihadapi koperasi, IKM dan UKM adalah pasar dan modal. Tentunya, KDI hadir untuk mengatasi kedua persoalan tersebut sehingga ekonomi rakyat baik di desa maupun di perkotaan dapat berkembang.

“Berdirinya KDI bertujuan untuk terlibat aktif dalam dunia ekonomi digital yang berkaitan erat dengan program pemerintah. Khususnya dalam memajukan ekonomi yang berbasis digital,” ujarnya.

Zaenal Azis menambahkan, Presiden Jokowi adalah tokoh internasional yang peduli pada ekonomi dan industri berbasis digital 4.0. Menurutnya, pihaknya memiliki visi-misi panjang sesuai visi Indonesia Maju Presiden Jokowi. Terutama dalam memodernisasi koperasi-koperasi, Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia dalam sebuah platform digital.

“Bentuk KDI ke depan akan memfasiitasi transaksi langsung antara berbagai pelaku usaha kecil dan menengah. Kalau ada problematika pemasaran-pemasaran yang selama ini dihadapi pelaku ekonomi bisa diatasi dengan teknologi digital. Sebut saja pelaku seperti petani, nelayan, perajin, peternak, pemilik warung-warung kecil semuanya harus bertransaksi secara digital agar lebih efektif dan efisien,” jelas Zaenal. (ami/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *