Jika Pakai Masker Kain, Setiap Hari Wajib Dicuci

SLEMAN- Pemerintah mewajibkan semua orang mengenakan masker saat keluar dari rumah. Imbauan ini sesuai dengan anjuran dari WHO untuk menekan resiko penularan virus corona. Di tengah situasi pandemi Covid-19, ketersediaan masker bedah cukup langka di pasaran. Kalau pun ada, penjualan ke konsumen dibatasi dan harganya relatif lebih mahal dibanding normal.

Menurut Tim Airbone Diseased RSUP Sardjito, Ika Trisnawati, masker dari bahan kain dapat dijadikan pilihan. Namun syaratnya, harus dicuci setiap hari.

“Tidak harus masker bedah. Masker kain juga bisa digunakan tapi mesti dicuci tiap hari,” kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan paru ini.

Masyarakat tidak dianjurkan memakai masker kain yang belum dicuci lebih dari satu hari, untuk memastikan penutup mulut dan hidung itu dalam keadaan bersih saat dikenakan. 

Ika menambahkan, masker digunakan di luar rumah untuk menghindari resiko penularan Covid-19 secara droplet. “Kalau di luar rumah, kita belum tentu aman karena bertemu dengan orang lain. Kita tidak tahu apakah orang tersebut carrier atau orang tanpa gejala, terlihat sehat tapi di dalam tubuhnya mengandung virus,” urainya.

Lain halnya ketika berada di rumah, dimana masker hanya digunakan ketika kondisi sakit seperti batuk dan flu. Namun jika dalam kondisi sehat, penggunaan masker di rumah, tidak diperlukan

Pasca ada imbauan dari pusat terkait penggunaan masker, Pemkab Sleman belum menindaklanjuti dengan langkah nyata semisal pembagian masker kepada warga. “Sejauh ini belum ada rencana pembagian masker. Tapi nanti saya cek dulu, siapa tahu sudah dijadwalkan,” kata Juru Bicara Pemkab Sleman untuk Penanganan Covid-19, Shavitri Nurmala Dewi.

Di lain sisi, anggaran pengadaan alat dan bahan penyemprotan serta alat pelindung diri (APD) ringan yang bersumber dari APBD Sleman menyedot anggaran cukup besar mencapai lebih dari Rp 4 miliar. Item belanja itu tersebar pada 17 kantor kecamatan, dan 8 instansi Pemkab Sleman meliputi BPBD, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Dinas KB, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Disperindag.

Data itu tertuang dalam laporan kebutuhan tambahan belanja untuk penanggulangan Covid-19. Besaran anggaran itu menjadi sorotan kalangan DPRD Sleman yang meminta supaya ada koreksi. (J1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *