Jepang Hibahkkan Alat Pendeteksi Tsunami

PURWOREJO – Pemerintah Jepang menghibahkan alat pendeteksi tsunami kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo. Alat tersebut diklaim memiliki teknologi canggih yang dapat mendeteksi gelombang dari jarak 80 kilometer dari garis pantai.

PT Japan Radio Company (JRC) sebagai perusahaan yang mewakili pemerintah Jepang, Senin (1/7), telah meninjau lokasi yang rencana akan dipasang alat tersebut. Pendeteksi gelombang itu akan ditempatkan di Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol.

Direktur PT JRC Indonesia, Yoshihiya Takagawa dan pejabat JRC Tokyo, Takanobu Kadoya hadir didampingi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo dan perwakilan Forkompinca setempat.

Kasi Observasi BMKG Jogja, Budiharta mengatakan, alat yang bernama oceanography maritim bisa mendeteksi kecepatan, arah dan ketinggian gelombang laut. Selain itu juga dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya bencana seperti tsunami.

“Bermanfaat bagi dunia kelautan. Radar laut ini bisa pula berfungsi untuk memprediksi terjadinya tsunami yang bisa akurasi atau ketepatan early warning system (EWS) yang telah dimiliki oleh BPBD Kabupaten Purworejo,” katanya kepada Suara Merdeka.

Dikatakan, alat tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. PT JRC memberikan dua radar yang akan dipasang di Purworejo dan Bantul (Pantai Sambas), DIY. Untuk Purworejo, dipasang di Pantai Keburuhan, Desa Keburuhan sekitar bulan ini.

Budiharta menambahkan, antena pemancar dan penerima sinyal untuk saat ini sedang proses pembuatan di Jepang dan diperkirakan selesai kemudian dikirim untuk dipasang di Indonesia akhir tahun. Setelah perakitan, JRC melakukan riset dan uji coba selama enam bulan.

Menurutnya, keberadaan radar tersebut sangat penting untuk mitigasi bencana tsunami pesisir selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Lempeng tektonik di bawah Samudera Hindia menyimpan potensi gempa megathrust yang disimulasikan bisa mencapai 8,5 – 8,8 skala richter (SR).

Ikut memberikan informasi mengenai alat tersebut, Yoshihiya Takagawa menjelaskan, alat tersebut berfungsi menyediakan data tinggi gelombang, arah arus dan kecepatan, radar juga memiliki sensivitas tinggi merekam gelombang tsunami.

“Apabila ada gempa bumi, otomatis radar akan merekam pergerakan gelombang lalu dikirim ke server dalam bentuk data mentah. Kami olah data itu, apabila terbaca ada tsunami, BMKG segera informasikan BPBD untuk nyalakan early warning system (EWS),” terangnya.

Tsunami diperkirakan memiliki kecepatan gelombang 500 – 600 kilometer per jam. “Diperkirakan sampai darat dalam 20 menit, maka kami harus cepat mengolah data dan memberi rekomendasi, sehingga risiko timbulnya korban dapat dicegah,” tandasnya.(shp-26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort