SM/Krisnaji Satriawan PELUNCURAN SENTRALISASI:Para atlet atletik Jateng berfoto bersama dengan jajaran Pengprov PASI Jateng dan KONI Jateng usai peluncuran sentralisasi latihan di Graha Wiyata Patemon. (29)
- Olahraga

Jateng Open Jadi Acuan Kelolosan

-Pra-PON Atletik

SEMARANG-Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng akan menjadikan Kejurnas Atletik Jateng Open sebagai acuan untuk meloloskan atlet sebanyak mungkin ke PON XX Papua 2020. Pada ajang yang digelar di Lintasan Atletik Trilomba Juang Semarang, 4-7 Juli mendatang itu, merupakan rangkaian kedua dari Pra-PON. Saat ini, provinsi ini telah meloloskan 13 atlet ke ajang muliticabang empat tahunan nasional itu.
Ketua Harian Pengprov PASI Jateng Rumini menargetkan, setidaknya mampu meloloskan 15 hingga 17 atlet lagi ke Papua. Namun, meski sebagai tuan rumah tantangan yang dihadapai tidaklah mudah. Sebab, Jateng Open 2019 ini rangkaian penentu, sehingga tiap daerah akan turun dengan kekuatan penuh.
”Kami optimistis bisa memenuhi target. Dibanding rangkaian pertama Jatim Open lalu, Kejurnas Jateng Open ini akan lebih ketat. Sebab, daerah akan menurunkan kekuatan penuh. Di ajang ini, akan akan memacu kelolosan atlet. Jateng Open 2019 nanti akan menjadi acuan kami,” tutur Rumini usai peluncuran sentralisasi latihan di Graha Wiyata Patemon Semarang, Sabtu lalu (15/6).
Disiplin
Dalam sentralisasi ini, sebanyak 38 atlet akan ditempa dengan berbagai program latihan baik fisik maupun teknik. Rumini berharap, atlet menjalani latihan ini secara penuh dan disiplin. Pihaknya menginginkan, atlet tak sekadar lolos melampau limit waktu. Tetapi juga ada standar tertentu seperti masuk dalam empat besar.
”Ada standar kelolosan tersendiri yang kami berikan kepada atlet. Kami akan melihat dia di posisi berapa saat berlomba. Minimal bisa masuk ke lima besar, itupun masih dilihat perkembangan. Belum ada jaminan bisa berangkat ke Papua meski lolos,” tandas peraih emas nomor sapta lomba SEA Games 1995 itu.
Peluncuran sentralilasi dilakukan oleh Ketua Umum KONI Jateng Subroto. Dia meminta, agar atlet serius dan fokus penuh menjalani sentralisasi ini. KONI Jateng, berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi semua kebutuhan. Namun, semua itu terbatas.
”Nah, saatnya juga kepala daerah di kota/kabupaten juga memberi perhatian kepada atletnya yang akan tampil di kualifikasi dan PON XX nantinya. Sudah saatnya semua nyengkuyung, toh nantinya kabupaten/kota juga bisa merasakan hasilnya ketika atletnya memperkuat Jateng di PON,” tandas Subroto. (H85,mam-29)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *