Jalan Canden-Ngemplak Dicor Beton

BOYOLALI- Setelah ditungggu cukup lama, akhirnya Pemkab Boyolali memperbaiki Jalan Canden, Kecamatan Sambi menuju Tanjungsari, Kecamatan Ngemplak. Perbaikan jalan tersebut dianggarkan Rp 7,4 miliar.

Perbaikan sudah dimulai sejak awal pekan ini. Termasuk perbaikan jembatan kecil yang menjadi saluran air di ruas jalan tersebut. Perbaikan diawali dengan pemasangan anyaman besi cor bertulang.

”Ada tiga jembatan kecil yang ambrol dan kami perbaiki dengan konstruksi batu agar kuat,” kata mandor proyek, Darmo (30).

Dia mengungkapan peningkatan jalan ini merupakan lanjutan dari perbaikan jalan sebelumnya yang sudah mencapai depan Rumah Sakit Banyubening. Selanjutnya dari RS Banyubening hingga overpass jalan tol di Dukuh Kebonagung, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak dikerjakan dengan sistem rigid beton.

Sementara ruas dari overpas sampai pertigaan Tanjungsari di utara kompleks TNI AU diaspal. Ditargetkan, seluruh perbaikan jalan ini bakal selesai sebelum 13 Desember mendatang. Dengan demikian, sebelum masuk musim hujan, tak ada lagi pekerjaan kontruksi.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Boyolali, Budi Wahyono menambahkan, peningkatan ruas jalan Canden-Tanjungsari sepanjang 5,3 km ini merupakan proyek paling panjang di antara peningkatan ruas jalan lain di Boyolali.

”Hal itu mengingat kerusakan jalan tersebut sudah hampir merata,” jelasnya.

Perbaikan serupa juga dilakukan pada ruas jalan Ketitang-Donohudan dan Simo-Papringan. Begitu juga dengan ruas Kacamatan-Kedungrejo dan Jrebeng-Rapaking sudah dimulai perbaikannya.

”Tahun ini, total jalan yang diperbaiki mencapai 70 kilometer yang tersebar di seluruh wilayah Boyolali,” tambahnya.

Perbaikan tersebut disambut gembira warga. Pasalnya kerusakan sudah terjadi sejak tahun lalu. Awalnya hanya berupa kubangan kecil. Namun lambat laun, menjadi kubangan besar dan memanjang.

”Kondisi jalan seperti ini sudah lama. Tak sedikit penggendara sepeda motor terjatuh karena berusaha menghindari kubangan jalan yang cukup dalam,” ujar Bejoyono (56), warga Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak.

Dia menyebut kondisi jalan kabupaten itu jauh dari kata layak. Ada banyak titik kubangan pada sejumlah ruas jalan itu. Saat musim hujan tiba, lubang jalan tersebut berubah menjadi layaknya kubangan penuh lumpur.

”Saat kemarau, lubang menganga dan berdebu. Kami bersyukur jalan akhirnya diperbaiki sehingga arus lalu lintas menjadi lancar,” tandasnya. (G10-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort