Jagong Budaya Awali Prosesi Hari Jadi

WONOSOBO, Suaramerdeka.news – Prosesi Hari Jadi Ke-194 Kabupaten Wonosobo mulai terasa gaungnya. Salah satunya di Kecamatan Leksono digelar upacara penyerahan panji-panji yang dikemas dalam “Jagong Budaya” yang menandai dimulainya rangkaian prosesi di wilayah kecamatan. Melanjutkan prosesi penyerahan panji sebelumnya yang dilakukan di pendapa bupati bersama Forkopimda, beberapa waktu yang lalu. Upacara dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Leksono dihadiri Forkopimca dan segenap elemen masyarakat, Senin (15/7) siang.

Upacara terlaksana khidmat dengan menggunakan tata cara adat Jawa dan semakin terlihat indah, karena semua peserta mengenakan pakaian adat yang terlihat gagah dan anggun. Pada prosesi tersebut, ada empat panji yang diserahterimakan, yakni panji gulo klopo, songsong pangayoman, tombak katentreman, serta panji lambang daerah. Setelah panji-panji diserahterimakan kemudian di arak mengelilingi wilayah lingkungan kecamatan.

Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo. Ia mengatakan, Jagong Budaya ini merupakan acara yang mengandung nilai budaya yang tinggi yang harus didukung bersama, sehingga mampu mengangkat seni dan budaya yang daerah secara menyeluruh.

“Seni dan budaya daerah di Kabupaten Wonosobo sendiri untuk mengangkat harkat, martabat, citra dan jati diri yang secara keseluruhan harus dicerminkan melalui langkah dan perilaku luhur masyarakat pendukungnya,” kata dia.

Menurutnya, hal ini harus disadari semua pihak, karena penghargaan dan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan daerah merupakan pusaka budaya yang patut dikedepankan. Dengan gerakan sadar budaya, akan mampu menjadi jembatan kebanggaan terhadap budaya daerah dalam mengikuti persaingan di era globalisasi sekarang ini.

Ia menambahkan, sebagai daerah tujuan wisata yang handal, maka sudah tentu berbagai kepentingan pelaku pembangunan harus dapat dipadukan. Termasuk masyarakat seni, sehingga mampu memberi manfaat bagi semua pihak.

Peristiwa ini menjadi penting, ketika segenap lapisan masyarakat yang dimotori oleh birokrasi pemerintah, pengusaha dan lembaga sumber daya masyarakat, mendukung kegiatan ini.

Terkait ini ia berharap, kegiatan Jagong Budaya bisa mengolaborasikan berbagai potensi daerah yang dimiliki, sehingga ada multiplyer effect yang pada akhirnya akan lebih menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(kim-33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort