Jabar Terus Pasang Kewaspadaan Penyebaran Virus Korona

BANDUNG – Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan bahwa pihaknya memantau pula keberadaan warga negara asing yang berada di wilayahnya terkait pencegahan penyebaran virus korona. Mereka berkerja sama dengan Imigrasi. ”Data per hari ini ada (kurang lebih) 3.000-an dan semua sudah termonitor keberadaannya, ada yang TKA, pebisnis, wisatawan,” katanya usai Rakor Kewaspadaan Virus Korona di RSUPHasan Sadikin Bandung, Rabu (12/2).

Langkah itu menjadi bagian antisipasi pihaknya. Mereka terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan data akurat terkait virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut. Untuk dinas terkait misalnya, mereka diminta untuk terus melakukan pemantauan dengan melihat gejala-gejala yang mirip dengan gejala Covid-19 seperti batuk, pilek, dan demam dengan suhu badan di atas 38 derajat Celcius. ”Kalau terlihat ada batuk, pilek, demam, dan lain-lain yang menjadi gejala, walaupun belum tentu (positif) harus segera diantisipasi dengan melaporkan, sehingga prosedur pertama bisa kita lakukan. Karena gejala Covid-19 ini miripmirip flu dan ketahuannya setelah 14 hari,” katanya.

Di luar itu, masyarakat diharapkan bisa menjaga pola hidup sehat. Pemprov akan mengintensifkan sosialisasi hidup sehat. Warga yang baru berpergian dari luar negeri, bisa pula melapor ke call centre 119 terlebih merasa mempunyai gejala tersebut. Untuk rujukan, selain RSHS dan Rumah Sakit Paru Rotinsulu Bandung, Pemprov menyiapkan pula lima rumah sakit lainnya di Jabar. Kelima RS tersebut adalah RSUD Gunung Jati Cirebon, RSUD Subang, RSUD R. Syamsudin SH Sukabumi, RSUD Indramayu, dan RSUD Dr. Slamet Garut.

Dalam rapat koordinasi tersebut, RK menyebut ada sembilan warga Jabar yang menjalani karantina di Natuna pasca evakuasi dari Tiongkok. Pasca menjalani observasi selama 14 hari, mereka akan dikembalikan ke keluarganya. Dia pun menegaskan tak ada warga Jabar yang positif terkena virus korona. ”Tidak ada kasus Covid-19 di Jawa Barat, karena dua (pasien) yang diawasi di Hasan Sadikin dan dua lagi yang di Rumah Sakit Paru Rotinsulu, semuanya setelah dicek oleh Litbangkes yang punya alat canggih, memastikan semuanya negatif,” jelasnya.(dwi-56)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *