Irfan Bachdim Resmi Berkostum PSS

SLEMAN – Tim PS Sleman kembali menambah amunisinya. Kali ini giliran pemain tim nasional (Timnas) Indonesia Irfan Bachdim yang didatangkan manajemen klub berjulul Super Elang Jawa itu dari klub lamanya, Bali United. Irfan pun resmi diperkenalkan ke publik kemarin siang usai menempuh perjalanan udara dari Bali pagi harinya. M Eksan, Plt Manajer PSS, mengaku lega proses transfer Irfan Bachdim sudah selesai 100 persen.

Manajemen menebus kontrak Bachdim di Bali United, meski kontrak pemain tersebut baru berakhir Desember 2020 ini. Bahkan tidak ada klausul khusus pembelian kembali atau persyaratan lain dari klub lamanya itu. ”Dia (Bachdim) kami permanenkan 100 persen selama satu musim. Tidak ada klausul apa-apa, termasuk klausul khusus. Artinya Bachdim bisa main saat lawan Bali United. Kami senang akhirnya bisa mengakhiri negosiasi dengan Bali United,” kata Eksan pada awak media, Rabu (12/2).

Nama Irfan Bachdim sejak sepekan terakhir memang kerap dikaitkan dengan PSS. Bahkan statusnya sempat berubah-ubah di situs penyedia data pemain transfermarkt. Sempat diberitakan bergabung ke PSS pada Kamis (6/2) siang, statusnya kembali menjadi pemain Bali United Jumat (7/2) lalu.

Sejatinya, pemain berusia 31 tahun itu menginginkan Bali United sebagai klub terakhirnya. Pemain yang tiga tahun merumput di J League (Liga Jepang) bersama Ventrofet Kofu dan Consadole Sapporo itu mengaku cukup berat meninggalkan Bali United. Namun demi kariernya dia harus memutuskan pergi dari Bali United karena tidak banyak mendapat kesempatan bermain. Namanya juga tidak masuk dalam skuad Bali United di AFC Cup 2020.

”Saya pikir mungkin sampai akhir karier bisa main di Bali tapi ternyata cuma mimpi. Dalam sepak bola semuanya bisa berubah. Saya tahu apa yang paling bagus untuk karier saya. Saya butuh tantangan yang baru sekarang saya akan membuktikan kualitas di Sleman. Saya tahu bisa bantu tim ini,” kata Bachdim.

Pemain yang mengenakan nomor punggung 17 di PSS ini menyebut sosok pelatih Eduardo Perez Moran yang menjadi salah satu alasannya bergabung dengan PSS. Sebelum menerima pinangan manajemen, Irfan mengatakan lebih dulu bertemu sang pelatih. Visi permainan eks asisten Luis Mila di Timnas Indonesia menarik perhatiannya. Pemain kelahiran Amsterdam ini juga sudah berkomunikasi dengan sejumlah pemain PSS lainnya sebelum menerima pinangan manajemen.

”Saya bertemu dengan pelatih dan pemain. Saya percaya dengan visi dia (Edu) di tim ini. Saya setuju dia ingin mainkan saya di mana saja, latihan juga harus bagaimana. Itu seperti di klub-klub Eropa, dan saya senang dengan pelatih. Pemain di sini muda-muda dan saya percaya pengalaman saya bisa membantu mereka,” tandasnya. (K15-29)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *