Inspirasi dari Bapak

BUKAN pahlawan, bukan pula pejuang, atau selebritis, yang menjadi idola Adil Erdita Ayu Marta.

Perempuan kelahiran 10 Juli 1996 itu mengidolakan bapaknya sendiri yang banyak memberi inspirasi dan masih tinggal di Kaliwungu Kendal, bersama ibunya.

Ia beralasan, meski seorang wiraswasta namun bapaknya dinilai tahu banyak hal. Meski ayahnya sibuk, tapi selalu bisa menjadi mentor anaknya untuk berbagai hal, baik akademis atau nonakademis.

Ia mencontohkan, kalau dirinya juara kelas atau pun menang lomba, itu karena bapaknya yang menjadi mentor. Bahkan sampai Adil kuliah pun, bapaknya punya pandangan lebih jauh dan berwawasan luas.

Menurut dia, bapaknya sangat jarang marah. Sampai usianya 23 tahun, seingat Adil, hanya dua kali bapaknya marah. Bapaknya selalu tenang, arif, bijaksana, apa adanya serta mengutamakan keluarga.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa suskes itu sesungguhnya selalu berteman dengan rasa pedih, tapi jangan menyerah. Dan sesukses apa pun saya nanti, keluarga adalah utama,” kata dia, Selasa (15/7).

Sudah tujuh bulan ini, dia bekerja sebagai public relations (PR) Syariah Hotel Solo. Menurut dia, orang tuanya merasa kesepian karena kehilangan anak tunggalnya.

“Tapi kalau lagi pas pekerjaan longgar, dua minggu sekali saya pulang ke rumah di Kendal. Tapi kalau pas ramai dan agak repot, sebulan sekali baru pulang,” kata perempuan berkerudung itu.

Adil menilai, public relation atau PR adalah pekerjaan keren, karena itu dia tertarik. Ketertarikan terhadap pekerjaan itu bermula ketika dia sering kali mengikuti acara table manner dan acara-acara di hotel, sewaktu masih kuliah di Semarang, yakni di Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim.

“Di Semarang hotelnya banyak yang konvensional jadi sulit memakai hijab. Lalu saya ikut suami pindah dan tinggal di Solo dan kebetulan ada kesempatan menjadi PR di hotel yang harus berhijab,” jelasnya.

Kendati melihat PR itu pekerjaan keren, tapi dia bercita-cita menjadi dosen. Saat ini dia mengaku belum bisa melanjutkan studi S2 karena masih kendala waktu. Sebab harus kuliah di Yogyakarta lantaran di Solo tidak ada S2 Hubungan Internasional yang linier dengan ilmunya.(Langgeng Widodo-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort