INSA Minta Pemerintah Bikin Aturan Pembiayaan Murah Dari Perbankan Untuk Industri Kapal

Labuhan Bajo,Suara Merdeka News. – Asosiasi Pengusaha Pemilik Kapal Indonesia / Indonesia National Shipowner Association (INSA) meminta pemerintah menerbitkan aturan bagi perbankan nasional untuk memberikan akses bagi industri perkapalan guna memperoleh dana pinjaman murah dari perbankan.

Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto mengatakan, selama ini pemerintah terlalu meng-“anak emas”-kan sektor konstruksi dengan memberikan keleluasaan sektor tersebut mengakses sistem pembiayaan alternatif untuk membiayai proyek-proyek mereka, dengan rate yang murah dan tenor yang lebih panjang.

“Kita menuntut apa yang masih dibutuhkan oleh kita, yaitu tenor yang panjang dan interest rate yang rendah. Paling mudah ya kita samakan dengan infrastruktur,” ujar Carmelita kepada Ipotnews, Jumat (20/9).

Ia menyebut, interest rate di industri perkapalan saat ini cukup tinggi, bisa mencapai 12 persen-13 persen. Padahal, kata dia, untuk sektor konstruksi sudah berada di single digit. “Sektor konstruksi itu kan lebih bagus pembiayaannya daripada kita (sektor perkapalan). Rate buat kita seperti perdagangan komersial saja,” tuturnya.

Padahal, menurut Carmelita yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan itu menyebut, jika pemerintah bisa merespon kebutuhan industri perkapalan tersebut, maka setali tiga uang, pemerintah turut meningkatkan kinerja industri galangan kapal nasional, selain juga memajukan industri pelayaran Indonesia.

“Seringkali kita dipersalahkan karena biaya logistik mahal, padahal hanya sepersekian dari komposisi biaya pengiriman barang. Ini kita minta jadi perhatian pemerintah,” pungkasnya. (bn/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *