Iis Dahlia Jadi “Viral”, Berkat Belanja Iklan Yang Digaspol.

Jakarta, Suaramerdeka.News
Di tengah kepungan pandemi Covid 19 melanda Indonesia dan dunia, plus aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tidak membuat diva dangdut yang satu ini, berhenti berkreasi.

Isda, demikian Iis Dahlia biasa disapa, tetap berproses kreatif, dan menolak kalah dengan pagebluk ini. Dengan segala keterbatasan gerakan di tengah PSBB, Isda tetap mampu menghasilkan single terkininya.

Single berjudul “Viral“, ini diharapkan laras dengan diksi yang sedang tren di era digital kiwari, yakni viral.

Awalnya terciptanya single ini, ujar si empunya nama, bermula saat
Hadi Sunyoto, produsernya di label HP Music, menanyakan kepadanya kapan mau rekaman dan merilis single lagi.

“Sempet juga kepikiran untuk menunda karena ada pandemi ini. Tapi aku putuskan untuk tetap rekaman. Cuma kali kali ini, aku mau lagunya agak bertempo dinamik dan enerjik. Tidak seperti laguku yang kebanyakan slow tempo,” kata Isda dalam Digital Press Conference single “Viral” di Jakarta, Jumat (26/6/2020) petang

Isda. (SMNews/Doc).

Akhirnya, imbuh dia, dibuatlah single “Viral,” dari pencipta Taufik Apalah. Yang tercatat banyak menciptakan lagu-lagu untuk beberapa penyanyi. Sedangkan musiknya diaransemen oleh Henri Lamiri. Single ini proses rekamannya berlangsung di Bros Studio, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sedangkan dalam proses penulisan liriknya, Isda dibantu oleh putranya Devano Danendra, piawai menciptakan lirik lagu.

“Ada andil besar dari anakku Devano. Dia kan juga sudah jago nulis lirik lagu. Ada beberapa bagian liriknya yang dia ubah sedikit biar cocok. Senang banget bisa kerjasama dengan anak sendiri ,” imbuh dia.

Single anyar ini, sepenceritaannya, cukup istimewa. Mengingat hampir semua lagu Isda bertempo lambat. Pada lagu ini pula, pertamakali dia menggunakan tempo cepat, atau nge-rap.

“Lagunya berirama riang dan enerjik. Pas banget dengan keinginannya Iis ,” ujar Hadi Sunyoto. Hadi Sanyoto yang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada Isda secara estetika, mengaku puas dengan single “Viral”.

Isda yang tercatat telah berkarir selama 30 tahun di musik dangdut itu, juga mendapatkan dukungan biaya iklan yang tidak sedikit untuk menjual single ini.

“Yang pasti ada treatment khusus untuk memasarkan single ini. Gaspol pokoknya. Saya push habis-habisan. Semua media, baik media sosial juga media konvensional akan saya masuki. Ini tantangan besar buat saya, jualan single di tengah Pandemi. Pokoknya anggarannya besar. Pajak iklan yang saya majukan untuk jualan single ini, juga besar,” terang Hadi Sanyoto.

Dia menambahkan, anggaran belanja iklan untuk single ini mencapai angkan lonjakan hingga 200 persen, dibandingkan di masa normal, sebelum pandemi ada. Jadi, bersiaplah menyambut keviralan single “Viral”. (Bb-39).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *