Humanitarian Logistics Penting Pada Pandemi Covid-19

Jakarta,Suara Merdeka.News.- Sejak Pemerintah mengonfirmasi dua kasus Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020, hingga 20 Mei 2020 kasus positif Covid-19 di Indonesia terkonfirmasi mencapai 19,189 kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 1.242 kasus dan 4.575 lainnya dinyatakan sembuh.

Dampak pandemi Covid-19 dirasakan masyarakat secara luas dan hampir menyentuh segala aspek, terutama aspek ekonomi. Pemerintah memperkirakan sebanyak 3,78 juta orang Indonesia akan jatuh ke dalam kemiskinan dan 5,2 juta kehilangan pekerjaan selama pandemi Covid-19, sementara International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan resesi global terburuk sejak The Great Depression.

Nova Indah Saragih, dosen dan peneliti di Program Studi Teknik Industri – Universitas Widyatama (TI-UTama) menyatakan bahwa dalam World Economic Outlook terbaru dengan judul “The Great Lockdown”, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia turun menjadi 0,5 persen tahun ini dari 5,02 persen pada 2019. IMF juga memproyeksikan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia akan naik menjadi 7,5 persen tahun ini dari 5,3 persen tahun lalu karena pandemi Covid-19.

Terkait hal tersebut, Nova selaku Ketua Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) TI-Utama menjelaskan bahwa humanitarian logistics atau logistik kemanusiaan berupa bantuan sosial sangat diperlukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana Covid-19, khususnya bagi masyarakat yang belum memperoleh bantuan sosial dari pemerintah.

Humanitarian logistics mencakup operasi yang sangat berbeda pada waktu yang berbeda, dan sebagai respons terhadap berbagai bencana. Semua operasi tersebut memiliki tujuan bersama untuk membantu orang-orang dalam menjaga kelangsungan hidupnya.

Operasi dapat dibedakan pada saat sebelum bencana terjadi (fase persiapan), langsung setelah bencana (fase respons langsung), dan setelah bencana terjadi (fase rekonstruksi).

Nova menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan PKM di Kelurahan Sukapada, Bandung, Kecamatan Cibeunying Kidul yang merupakan peringkat 13 positif terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bandung.

Dalam kegiatan PKM tersebut, disalurkan bantuan berupa barang kebutuhan pokok kepada 27 kepala keluarga yang belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah karena belum terdaftar. Bantuan diserahkan kepada pihak Kelurahan Sukapada untuk selanjutnya distribusikan kepada masyarakat.(bn/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *