Hotel Mengiringi Pertumbuhan Ekonomi Kota

SEMARANG – Pertumbuhan hotel di Kota Semarang semakin pesat. Salah satu instrumen pendukung pariwisata ini, tidak hanya dibangun di tengah kota, tetapi juga di dekat pusat-pusat keramaian, bahkan kawasan perkampungan di wilayah pinggiran.

Lokasi yang jauh dari pusat keramaian pun sudah banyak dibangun hotel. Perekonomian kota menjadi kunci untuk terus mengembangkan kualitas pelayanan.

”Peran hotel mendongkrak perekonomian daerah, adalah ketika kota itu mengadakan suatu acara. Kami sebagai penyedia jasa, menampung setiap tamu yang datang dari luar kota,” kata Public Relations Hotel Star, Riyanti.

Tidak hanya berkaitan dengan event. Hotel juga berperan mendongkrak perekonomian, ketika pariwisata di kota tersebut sudah mulai berkembang, sehingga banyak pengunjung dari berbagai daerah. Hotel juga punya peran penting di kota tersebut untuk melengkapi fasilitas akomodasi. Sehingga tamu menjadi lebih nyaman ketika berkunjung ke kota tersebut.

”Hotel Star yang mana merupakan salah satu hotel dengan jumlah kamar terbanyak di Kota Semarang dan memiliki fasilitas kolam renang tertinggi di lantai 30, kami gunakan untuk menarik wisatawan. Selain itu di dalam hotel sendiri kami juga memberikan peta wisata dan juga menampilkan beberapa wisata dan kuliner unggulan di Kota Semarang yang wajib untuk dikunjungi para tamu luar kota,” tuturnya.

Public Relations Hotel Pandanaran, Nabila mengatakan pertama sebuah hotel bisa menampung banyak tenaga kerja dalam jumlah banyak, kemudian menaikkan harga jual tanah di sekitarnya, dan juga merangsang pertumbuhan bisnis UMKM di sekitar kawasan hotel.

Selain itu, hotel juga berkontribusi besar dalam pendapatan daerah dalam bentuk pajak retribusi daerah. Keberadaan hotel juga menjadi tolok ukur akan tingkat dan kualitas pariwisata setempat sehingga mempengaruhi pendapatan daerah dari segi pariwisata.

”Hotel pandanaran lebih menjaring banyak tenaga kerja dari daerah sekitarnya,” kata Nabila.

Hotel Chanti ikut meningkatkan perekonomian daerah dengan cara mengangkat kebudayaan Jawa, memperkenalkan tempat tempat Wisata di Kota Semarang, yang juga dijadikan sebagai ikon khas hotel. Dalam mengangkat nuansa wisata Kota Semarang ke dalam bentuk lukisan maupun suvenir, serta mengangkat menu makanan khas Jawa Tengah.

”Hal ini kami lakukan untuk dapat menarik wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri untuk berkunjung ke Kota Semarang,” terang Public Relations Hotel Chanti, Merquri Iskandar.

Menurutnya, hotel memberikan efek positif akan perkembangan ekonomi daerah setempat dan berkontribusi sangat besar dalam peningkatan ekonomi daerah. Dari pajak retribusi, peningkatan pengunjung, devisa, serta kemanjuan industri pariwisata secara keseluruhan.

”Dengan peran posistif yang diberikan, hendaknya pemerintah setempat memberikan ruang seluas-luasanya bagi para investor hotel yang nantinya memberikan imbas posistif akan peningkatan perekonomian deerah,” paparnya.

Public Relations Hotel Grandhika, Lala Nikmah mengatakan hotel bukan hanya menjadi tempat menginap. Fungsinya sudah meluas menjadi tempat untuk mengadakan berbagai acara mulai dari arisan, pernikahan, rapat, pelatihan, dan seminar yang bukan hanya skala lokal, tetapi juga sampai skala nasional dan internasional.

”Tamu-tamu memilih mengunjungi suatu tempat pasti mempertimbangkan akomodasi dan fasilitas yang ada di kota tersebut. Di sini hotel berperan untuk menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan para tamu. Selain daya tarik wisatanya, suatu kota yang ditunjang dengan hotel yang bagus bisa menjadi pertimbangan bagi tamu untuk berkunjung,” ungkap Lala.

Semakin lama tamu tinggal, semakin banyak juga dukungan terhadap perekonomian kota. Mulai dari pusat oleh-oleh, kerajinan khas daerah, penyedia jasa angkutan, biro wisata, objek wisata, restoran dan kafe, hingga pedagang kaki lima juga punya kesempatan lebih banyak untuk dikunjungi.

”Contohnya waktu Semarang jadi tuan rumah Apeksi beberapa waktu lalu, dari satu acara nasional itu saja semua industri ikut menikmati hasilnya.”

Public Relation Executive Hotel Ciputra, Shela Tiara, menuturkan peran hotel terhadap perekonomian kota tidak jauh di bidang pariwisata dan kuliner. Hotel Ciputra berdampak positif untuk pedagang, pelaku UMKM, pengusaha kuliner dan oleh-hotel di sekitarnya.

”Sebagai hotel bintang 5 di tengah kota yang tingkat hunian rata-rata di 85%, kami menjadi salah satu hotel tersibuk di Kota Semarang. Kita membutuhkam banyak karyawan untuk operasional hotel, tentu turut membuka lowongan pekerjaan,” ucap Shela.

Relation Hotel Ibis Simpang Lima, Kristian Ayu, memaparkan pihaknya selalu berusaha memberikan pelayanan yang baik buat tamu atau pengunjung wisatawan yang datang. Membuat promo dan konten supaya masyarakat tertarik untuk konsumtif.

”Kalau Hotel Quest secara garis besar membantu perekonomian dalam hal membayar pajak tepat waktu, kemudian kami juga menyerap tenaga kerja hingga 100 orang, dan secara khusus terhadap lingkungan ada beberapa kegiatan CSR yang kami lakukan,” kata Public Relations Hotel Quest, Ari Suryono. (akv-42)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort