Harga Jatuh, Peternak Bagi 2.000 Ayam Gratis

BAGI AYAM :Para peternak ayam membagikan 2.000 ayam kepada warga kurang mampu di halaman Januputra Swalayan, Rabu (26/6)
SM/Merawati Sunantri

KLATEN – Para peternak yang terhimpun dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Klaten menggelar aksi bagi-bagi 2.000 ekor ayam gratis di depan Januputra Swalayan dengan komplek Pemkab Klaten, Rabu (26/6) sore. Tak heran warga yang sudah mendapatkan kupon pun berdesakan mengantre untuk mendapatkan ayam seberat 3 kg secara cuma-cuma.

Aksi para peternak Klaten itu dilakukan menyusul terpuruknya harga ayam potong hingga Rp 5.800 sampai Rp 6.000/kg sejak 23 Juni lalu. Harga tersebut jauh dari harga pokok produksi (HPP) yang mencapai Rp 17.000/kg. Akibatnya, banyak peternak yang nyaris gulung tikar akibat tak bisa menutup biaya produksi.

”Aksi ini dilakukan karena harga ayam sangat terpuruk jauh dari HPP, bila biaya produksi sekitar Rp 17.000/kg, namun ayam hanya laku dijual antara Rp 5.000 sampai Rp 6.000 berarti peternak sangat merugi. Tak heran kalau saat ini kondisi peternak kelimpungan,” kata Ketua Pinsar Klaten Heri Wibowo di sela-sela aksi.

Peternak tak bisa menunda penjualan agar harga naik, karena biaya pakan akan semakin tinggi. Selain itu, upaya menjual ayam secara langsung juga dilakukan, namun hal itu tak bisa menaikkan harga karena produksi ayam di Klaten mencapai 1 juta ekor perbulan. Pemotongan ayam maksimal hanya 2.000 ekor perhari.

Turun Menurut Imam Yulianto, peternak warga Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten, harga ayam potong mulai jatuh sejak Januari 2019 lalu. Dari HPP Rp 17.000 harga ayam hanya Rp 15.000/kg. Harga ayam sempat naik pada bulan Ramadan hingga H+5 Lebaran, yakni kisaran Rp 18.000 sampai Rp 18.500/kg.

”Kondisi peternak ayam benar-benar terpuruk, sejak habis Lebaran harga ayam terus turun mulai dari Rp 15.000, menjadi Rp 13.000/kg dan turun lagi. Tepatnya 23 Juni lalu, harga berada di titik terendah yakni Rp 5.800 sampai Rp 6.000/kg. Harga ini jelas jauh dari ongkos produksi,” ujar Imam Yulianto yang peternakannya di perbatasan Gunung Kidul mampu memproduksi 15.000 ayam perbulan.

Yang mengherankan, harga ayam potong di pasaran masih stabil di kisaran Rp 30.000/kg, sehingga justru pedagang untung cukup besar. Para peternak berharap agar perhatian dari pemerintah untuk mengembalikan harga ayam agar peternak tidak merugi. Bila didiamkan, dikhawatirkan peternak akan gulung tikar.

Aksi bagi-bagi ayam gratis itu dihadiri Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten, Sri Muryani dan Ketua Pinsar Jawa Tengah, Parjuni. Sri Muryani memuji aksi yang dilakukan peternak dengan cara membagi-bagikan ayam gratis.

Aksi itu disambut bahagia oleh warga penerima, mereka antre untuk mendapatkan ayam potong berukuran sekitar 3 kg.

”Alhamdulillah, saya dapat ayam gratis bisa untuk lauk sekeluarga,” kata Purwanto, salah satu penerima. Namun, banyak pula warga yang berusaha mendapatkan ayam meski tidak membawa kupon. Secara keseluruhan, pembagian ayam berjalan tertib dan lancar.(F5-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort