- Politik

Garuda Merah Desak Situng KPU Dihentikan

JAKARTA-Mencermati perkembangan dinamika sosial politik pada Pilpres 2019, Garuda Merah, organisasi masyarakat yang semula mendukung pasangan calon presiden Prabowo Sandi, mendesak agar Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera dihentikan. Desakan itu diberikan menyusul keprihatinan mereka atas munculnya indikasi kuat pilpres kali ini tidak jujur dan adil (Jurdil) yang berpotensi menimbulkan people power, kendati hal itu dilindungi oleh undang undang.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Garuda Merah, Abdul Rahman, SH, saat menyampaikan pernyataan sikapnya di Jakarta, kemarin. Abdul rahman didampingi Wahyu Umagaf SH Wakil Ketua Umum Garuda Merah, Fandi Yanuarso Wakil Ketua Umum, Mudzakir  Sekjen Garuda Merah dan Tri Handayani selaku Juru Bicara. 

Lebih jauh dikatakan,  kompetisi politik seharusnya berlangsung luber, jurdil, damai, fair,  dan tertib namun telah berkembang ke arah sebaliknya. Dimana rakyat mengamati gejala ketidaknetralan negara berserta aparaturnya yang disertai campur tangan yang melebihi kepatutannya. 

Dikatakan, Situng KPU Pusat, yang sebenarnya tidak diatur dalam UU terkesan kuat menyesatkan. Terjadi banyak salah hitung dan input. Oleh karenanya Situng KPU harus segera dihentikan dan Bawaslu untuk segera menyidangkannya. Jangan sampai hal ini menimbulkan perpecahan.

Sementara  Hasyim Umagaf, SH melihat bayang bayang kekhawatiran terhadap kecurangan yang terjadi semakin meningkat. Hal itu membuat situasi Jakarta tidak kondusif bagi berlangsungnya Pilpres 2019 yang fair dan demokratis.

“Garuda Merah menolak terjadinya perpecahan antar masyarakat. Dibandingkan dengan Pilpres sebelumnya, kondisi saat ini sangat luar biasa potensi perpecahannya. Bahkan birokrat yang seharusnya netral pun turut pula bermain hingga demokrasi keluar dari ruhnya. Moralitas tergerus lantaran kejahatan demokrasi dibiarkan,” ujar Hasyim Umagaf. 

Seperti diketahui Garuda Merah yang berada di 30 Daerah Pimpinan Wilayah dan merupakan satu dari 500 ormas yang tercatat di Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandi mencatat ada  73.000 data kesalahan akibat tidak dilakukannya sesuai prosedur dan sistem Pemilu yang sebenarnya. Dan hasil hitungan kemenangan Prabowo-Sandi 62 persen diyakini Garuda Merah valid  berdasarkan data C1 dari BPN dimana direncanakan besok tabulasi C1 nya akan dibuka secara resmi dihadapan sejumlah media nasional maupun asing. 

Dalam kesempatan itu, Garuda Merah menyatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya para Pahlawan Demokrasi yakni 595 petugas KPPS dan lebih dari 4.000 petugas yang sakit. Dan mendesak untuk segeta dibentuk Tim Pencari Fakta dan tak lupa menghimbau masyarakat untuk menyematkan Pita Hitam sebagai tanda berkabung, sekaligus memberi penghormatan dengan menaikkan bendera setengah tiang bagi Pahlawan Demokrasi ini.(tn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *