Gaji Pemain PSIS Tetap Diberikan Utuh

SEMARANG – Manajemen PSIS Semarang tetap memberikan gaji pemain utuh sesuai dengan kontrak. Meskipun saat ini belum ada kepastian kapan Liga 1 2020 akan kembali digulirkan oleh PSSI, mengingat perkembangan wabah Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia. Ini merupakan komitmen manajemen pada kontrak yang telah disepakati.
”Sementara ini gaji pemain tetap kami berikan secara utuh. Tidak ada pemotongan karena situasi seperti ini. Saat ini kami masih fokus pada kesehatan pemain dan staf PSIS lainnya. Ini situasi yang sangat tidak menguntungkan bagi tim dan pemain. Dalam kontrak ada klausul force majeur seperti apa,” tutur CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara di Semarang, Kamis (26/3).
Dua Pekan
Saat ini, kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu, PSSI belum mengeluarkan kondisi force majeur yang memutuskan kompetisi musim ini benar-benar dihentikan. Hanya menghentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kendati demikian, klub mengambil kebijakan meliburkan pemain selama dua pekan sejak Senin (23/3). Rencananya, pemain kembali berkumpul pada Senin (6/4) mendatang.
”Keputusan ini pun melihat situasi sekarang dan ke depannya. Semua tim ingin wabah ini segera berakhir dan Liga 1 mulai bergulir. Tapi saat ini fokus terpenting adalah kesehatan pemain dan semua perangkatnya. Kami mendukung keputusan PSSI ini jadi tak ada masalah dengan penghentian sementara ini,” tandas Yoyok.
Dengan kembali ke daerah masing-masing, pemain bisa lebih fokus kepada keluarga di tengah situasi tak menentu ini. ”Yang penting semua elemen tim dalam keadaan sehat dulu. Jadi kemarin kami liburkan dulu supaya mereka pulang ke rumah masing-masing dengan kondisi sehat. Mereka juga punya keluarga,” jelas anggota DPR RI itu.
Sementara itu, pelatih PSIS Dragan Djukanovic memilih tetap tinggal di Semarang. Dia menilai, sangat riskan jika harus keluar Kota Semarang. ”Saya masih tinggal di Semarang. Kurang bagus jika harus keluar Kota Semarang. Nikmati saja dan semoga semua bisa selesai cepat,” tandas Dragan.
Juru taktik asal Montenegro itu mewanti-wanti pemainnya taat melakukan program yang diberikan dalam latihan mandiri. Hal itu sangat penting agar kondisi tetap terjaga.(H85,H32-29)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *