Fraksi PDIP Pantau Kesiapan Hadapi New Normal

Kunjungi Ponpes Al Falah dan SMP Kristen 4

SALATIGA – Fraksi PDIP DPRD Kota Salatiga melakukan kunjungan ke dua lembaga pendidikan, Senin (29/6), guna melihat kesiapan mereka menghadapi tahun ajaran baru dan penerapan new normal di bidang pendidikan. Dua lembaga pendidikan tersebut adalah Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al Falah Jl Bima, Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, dan SMP Kristen 4 di Jl Tentara Pelajar.
Kunjungan kerja itu dipimpin Ketua Fraksi PDIP Teddy Sulistio, Waki Ketua M Kemat, Sekretaris Sarmin, dan para anggota, Fardhila Retno, Bagas Aryanto, Bonar Novi Priatmoko, serta Novia Praptiningsih. Kunjungan pertama ke Ponpes Al Falah yang didirikan almarhum KH Zoemri RWS. Fraksi ditemui Nur Khozin, putra dari KH Zoemri, dan mendapat penjelasan bagaimana penanganan Covid-19 selama ini. ”Kami menerapkan protokol kesehatan kepada santri dan siapa saja yang akan masuk. Mulai dari pengecekan suhu, wajib cuci tangan, disemprot disinfektan di bilik khusus yang telah disediakan, dan lainnya. Termasuk menyiapkan ruang isolasi bagi santri yang baru tiba,” kata Nur Khozin.
Secara rutin, hadir tim dari Puskesmas Kalicacing yang melakukan pemantauan kesehatan, bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Ponpes Al Falah. Saat ini ada sekitar 430 santri, belum termasuk santri baru yang akan masuk tahun ini. Nur Khozin berharap bantuan dari pemerintah daerah, terkait penyempurnaan fasilitas ruangan karantina, sarana sistem air bersih untuk wudhu, dan lainnya.
Sementara itu saat berada di SMP Kristen 4 Jl Tentara Pelajar, para guru mengungkapkan sudah puluhan tahun tidak ada pejabat yang menyambangi sekolah tersebut. Kepsek SMP Kristen 4, Elizabeth, berkeluh tentang perjalanan sekolah, yang setiap tahun selalu kekurangan siswa. Padahal sekolah berada di pusat kota dan tidak jauh dari kantor pemerintahan daerah. Sekolah memiliki berbagai fasilitas ruangan, laboratorium, lingkungan yang asri, namun sepi peminat. Bahkan pernah dalam satu tahun ajaran hanya menerima satu siswa.
Pelayanan
Meski demikian, pihak sekolah tetap melaksanakan kewajiban belajar mengajar, sebagai bagian dari pelayanan. Pihak sekolah juga melakukan jemput bola saat penerimaan siswa baru, bahkan menerima anak punk (anak jalanan) dan menawarkan mereka bersekolah. Diketahui pula para siswa berasal dari latar belakang keluarga bermasalah dan keluarga tidak mampu, sehingga sekolah harus berkorban memberikan uang saku dan uang transport ke sekolah.
Menghadapi masa pendidikan di tengah pandemi Covid-19, SMP Kristen 4 telah menerapkan protokol kesehatan. Menyiapkan sarana cuci tangan, thermogun, dan lainnya. Saat ujian sekolah lalu tetap mendatangkan siswa, karena banyak siswa yang tidak memiliki ponsel. Dimaklumi karena para siswa berasal dari keluarga tidak mampu. Saat ujian setiap siswa menempati satu ruang kelas.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Salatiga, Teddy Sulistio menjelaskan, perlu kesiapan lembaga pendidikan menghadapi new normal di masa pandemi Covid-19. Dia salut dengan semangat pengelola pendidikan yang tetap eksis di tengah hambatan dan kekurangan sarana, serta prasarana. Teddy berharap masukan dari pengelola Ponpes Al Falah dan SMP Kristen 4, terkait kebutuhan fasilitas pendidikan, yang akan dibahas pada rapat APBD Perubahan mendatang. Dia juga berharap agar para pengelola pendidikan tersebut selalu berkomunikasi dengan Komisi A DPRD yang membidangi pendidikan, di mana sejumlah anggota fraksi PDIP ada di dalamnya. Teddy berharap agar Ponpes Al Falah dan SMP Kristen 4 bisa tetap eksis mengembangan pendidikan, bagi kemajuan pendidikan di Kota Salatiga. (H2-68)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *