Forum Seniman Peduli TIM lawan Pemda DKI

Jakarta,Suara Merdeka.News.- Sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM menentang tindakan Pemda DKI yang melakukan pembongkaran kompleks Taman Ismail Marzuki demi kepentingan uang semata.
Juru bicara Forum Seniman Peduli TIM, Noorca Massardi menilai Pemda DKI bertindak lancung lantaran membongkar TIM ketika Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta mengusulkan kompleks TIM sebagai situs cagar budaya untuk menjaga kelestarian w niarisan budaya. 
“Saat seluruh kompleks Taman Ismail Marzuki akan direkomendasikan sebagai situs cagar budaya, gedung Graha Bhakti Budaya yang sangat bersejarah bagi seniman dan budayawan justru dihancurkan,” katanya, Rabu (12/2).
Hingga saat ini diketahui PT Jakpro atas perintah tertulis Gubernur DKI Jakarta terus berlangsung pembongkaran seluruh area, demikian juga bangunan-bangunan utama di Pusat Kesenian TIM
Menurut Noorca pembongkaran atas nama Revitalisasi TIM tersebut ditolak oleh publik seni yang telah hidup, berkarya dan turut menciptakan ruh kebudayaan, dari soal kreasi hingga prestasi, reputasi seni-budaya Jakarta selama kurang lebih setengah abad belakangan.
Penolakan para seniman yang sudah berlangsung berbulan-bulan itu didasarkan tidak disertakannya publik seni TIM di atas dalam perencanaan revitalisasi TIM di atas, sebagai pemangku kepentingan utama Pusat Kesenian. 
“Bagaimana bentuk dan apa dasar itu tidak kami mengerti. Sekali lagi hal itu dikarenakan tidak dibicarakan atau meminta masukan seniman dan budayawan sebagai pemangku kepentingan,” tuturnya.
Namun PT Jakpro, bahkan setelah pertemuan, diskusi dan mediasi oleh DPRD, tetap saja melakukan pembongkaran yang diperkirakan akan memakan waktu dua tahun yang artinya terjadi pemberangusan ruang kreatif bagi seniman.
Selain pembongkaran, kalangan seniman menilai lahirnya Pergub No 63/2019 yang memberi wewenang PT Jakpro untuk mengelola TIM agar kawasan itu memberikan untung mengingkari semangat awal TIM sebagai pusat pergolakan dan produksi budaya.
“Masalah ini menjadi krusial dan mendesak karena Jakarta dan Ibu kota yang selama ini menjadi acuan utama (main reference) bagi pemerintahan daerah lainnya, khususnya dalam pembangunan kebudayaan,” tegasnya.
Sebagai ujud perlawanan tersebut, Forum Seniman Peduli TIM pada Jumat (14/2) akan terus melakukan silent movement dengan menggelar aksi seni secara gerilya di kawasan TIM dengan tiga tuntutan Menolak pembangunan hotel di TIM, Menolak JAKPRO Mengelola TIM dan meminta Pemprov DKI mencabut Pergub Nomer 63 tahun 2019. (bn/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *