xpornplease.com pornjk.com porncuze.com porn800.me porn600.me tube300.me tube100.me watchfreepornsex.com

Film ‘Waiting for the Barbarians’ Rilis di Mola TV.

Jakarta, Suaramerdeka.News –– Pandemi membalikkan semua skema penikmatan film yang galibnya diputar di layar bioskop. Bioskop yang biasanya menjadi tujuan akhir perilisan film, di masa pagebluk yang entah sampai kapan rampung ini, memaksa pembuatnya mengalihkan perilisannya, tidak lagi di bioskop semata.

Sebagaimana pemutaran film ‘Waiting for the Barbarians‘ yang dialihkan ke format digital platform. Atau lebih tepatnya di Mola TV. Yang bersamaan rilis internasional. Perilisan film berbarengan di seluruh dunia ini, membuktikan komitmen Mola TV terus menghadirkan tayangan berkualitas.

Tayangan berkualitas tersebut, sebagaimana rilis yang diterima Suara Merdeka, terutama untuk para pecinta film di Tanah Air.

Setelah film ‘Waiting for the Barbarians;, Mola TV akan menghadirkan film ‘Iron Mask’ yang dimainkan aktor gaek Jacky Chan dan Arnold Schwarzenegger pada medio September 2020.

Setelah itu, Mola TV juga akan memutarkan film ‘Professor and The Mad Man’ yang diperankan Mel Gibson dan Sean Penn pada Oktober 2020.

Film-film terbaik yang dihadirkan Mola TV tersebut akan terus menemani pecinta film Indonesia di rumah.

Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang mengalami lonjakan akses layanan streaming, terutama setelah ada pandemi Covid-19.

Hal ini terjadi karena masyarakat tetap mencari bentuk hiburan yang bisa diakses dengan mudah dari rumah.

Fakta lonjakan akses layanan streaming ini ditangkap Mola TV sebagai tantangan untuk meningkatkan layanan dalam menyajikan konten berkualitas bagi seluruh anggota keluarga.

Sebelumnya, Mola TV dikenal dengan tayangan Liga Inggris hingga siaran pertandingan olahraga lain, seperti bulutangkis.

Kini, Mola TV merupakan rumah tayangan berkualitas film internasional dan serial televisi berkualitas untuk seluruh keluarga.

Serial televisi yang tayang di Mola TV diantaranya serial ‘Killing Eve’, ‘City On A Hill’, hingga ‘Wu Tang-An American Saga’.

Untuk film ‘Waiting for the Barbarians’ bisa disaksikan mulai Jumat (7/8/2020) di Mola TV dengan mengakses melalui aplikasi perangkat ponsel.

Aplikasi Mola TV dapat diunduh dari Apps Store dan Google Play, atau melalui situs Mola TV di tautan https://bit.ly/WFBatMOLATV.

Di film ‘Waiting for the Barbarians’ itu untuk pertama kalinya Johnny Depp dan Robert Pattinson beradu akting di film drama.

Film ‘Waiting for the Barbarians’ dirilis serentak di seluruh dunia, Jumat. Di Indonesia, film ‘Waiting for the Barbarians’ ditayangkan eksklusif di Mola TV.

Cerita Film

Berlatar abad 19 di wilayah Asia, film ‘Waiting for the Barbarians’ menggambarkan imperialisme dan kolonialisme mengubah kehidupan manusia.

Mark Rylance berperan sebagai pejabat pemerintah dimana terjadi tragedi kekejaman terbesar yang pernah ada.

Sementara Johnny Depp memainkan peran sebagai Kolonel Joll, polisi kejam yang didatangkan dari pusat untuk menyelesaikan masalah pemberontakan.

Polisi kejam itu seringkali melakukan penyiksaan setiap interogasi dan ditemani polisi junior yang selalu membayanginya. Polisi junior tersebut diperankan Robert Pattinson.

Film ‘Waiting for the Barbarians’ ini memiliki plot yang luar biasa dengan setting pegunungan dan padang pasir yang spektakuler.

Metode kepolisian, peran pemerintahan, dan semua isu tentang ras dan pekerjaan sangat relevan jika dikaitkan dengan keadaan di masa kini.

Ini adalah kisah alegori yang terjadi di Timur Tengah, Kongo dan bagian lain di dunia pada saat ini.

Selain dibintangi aktor besar seperti Johnny Depp, Robert Pattinson dan Mark Rylance, film ‘Waiting for the Barbarians’ ini juga melibatkan nama-nama besar di balik layar.

Kisah film ‘Waiting for the Barbarians’ diambil dari novel berjudul sama karya pemenang hadiah Nobel JM Coetzee yang dibesut Ciro Guerra, sutradara asal Kolumbia.

Salah satu film garapan Ciro Guerra pernah mendapatkan nominasi Academy Award kategori Best Foreign Language Film.

Mengambil lokasi syuting di Maroko, Chris Menges, sinematografer peraih Piala Oscar, memperlihatkan beragam adegan menawan.

Jadi tidak heran jika film berdurasi 102 menit ini mampu memberikan reaksi visual yang menstimulasi pancaindra penontonnya. (Bb-39).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

izmir escort
istanbul escort ilanlari istanbul escort istanbul escort bayanlarla sevgili tadinda etkilesimler. istanbul escort bayanlar istanbul escort istanbul escort hizmeti icin ideal web sitesi.