Festival Kampung Lestarikan Kesenian Tradisional

TEMANGGUNG – Kabupaten Temanggung memiliki dua hajatan besar gelaran kegiatan kesenian dan kebudayaan dalam Juni ini. Dua kegiatan itu adalah Festival Sindoro Sumbing dan Festival Kampung.
Koordinator Program Utama Festival Kampung Very Adrian mengungkapkan, gelaran Festival Kampung merupakan upaya silaturahmi pentas yang diadakan di Desa Jragan, Kecamatan Tembarak. “Kegiatan ini sama sekali bukan merupakan bagian dari Festival Sindoro Sumbing. Tak ada korelasi antara Festival Kampung dan Festival Sindoro Sumbing, meskipun sumber dana juga dari Ditjen Kebudayaan,” ujarnya.
Pihaknya berharap, program Festival Kampung itu dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui program itu, pihaknya bersama Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan, ingin mengembalikan lagi spirit dan melestarikan kesenian tradisional, khususnya teater berbasis tradisi.
Hal ini agar nantinya kesenian tradisional lebih dicintai oleh masyarakat. Terlebih, oleh generasi milenial. “Bagaimana ruang kreatif ini bisa inovatif dan komunikatif, sehingga harapannya kelak kesenian tradisional di dusun-dusun atau desa-desa, mengakar menjadi bagian dari identitas daerah tersebut, mampu lestari dan panjang umur,” harap alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.
Potensi
Dia mengatakan, desa-desa di kaki Gunung Sumbing, Temanggung, yang menjadi wilayah penghasil tembakau, menyimpan keunikan tersendiri dalam seni dan budaya. Di antaranya adalah Desa Jragan, Kecamatan Tembarak, Dusun Logede, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, dan Dusun Tlogo, Desa Tlogomulyo Kecamatan Tlogomulyo. “Ketiganya adalah mutiara yang menyimpan eksotika tersendiri dalam geliat dan spirit kebudayaan berbasis tradisi,” urainya.
Senada, Koordinator Humas dan Media Center Festival Kampung Achmad Sofiyudin mengatakan, Festival Kampung akan dimulai 15 Juni di Dusun Jragan, Kecamatan Tembarak. Menurutnya, bila tidak ada halangan gelaran ini akan dihadiri Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Restu Gunawan. Kemudian, gelaran akan dilanjutkan pada 17 Juni di Dusun Logede, dan akan diakhiri di Kecamatan Tlogo 19 Juni.
Ditambahkan, dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah kesenian yang tumbuh secara organik, dan regenerasi kaum muda peduli dengan daerahnya. “Harapan ke depan tentu saja Festival Kampung ini bisa menjadi agenda tahunan dan dapat respons baik dari Pemerintah Kabupaten Temanggung,” katanya.
Diharapkan, gelaran ini bisa menjadi agenda wisata budaya serta Dusun Jragan, Logede, dan Tlogo menjadi destinasi wisata seni dan budaya. “Kita punya banyak potensi, tinggal bagaimana mengolah dan mengelolanya,” harapnya. (mar-33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort