Eric Martoyo: Apresiasi Tenaga Medis Indonesia.

Jakarta, Suaramerdeka.News — Vokalis band progresif rock, Eric Martoyo, mengapresiasi kerja keras yang sudah ditunjukkan para tenaga medis dalam membantu pemulihan pasien positif virus corona. Penggawa dan motor band Montecristo ini sekaligus menaruh duka mendalam atas gugurnya sejumlah tenaga medis yang menangani pandemi Covid-19 di negeri ini.

“Kepada para dokter, perawat, dan petugas rumah sakit yang bekerja keras siang dan malam mempertaruhkan nyawa dan raganya untuk merawat saudara-saudara kita yang positif corona, kami sampaikan salut dan hormat setinggi-tingginya,” kata Eric dalam keterangannya kepada Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (Kophi) di Jakarta, Senin (23/3).

Eric Martoyo. (SMNews/Bb).

Eric yang juga dikenal sebagai salah satu pengusaha alat-alat kesehatan ini sangat mafhum betapa perjuangan tenaga medis dalam kondisi seperti ini. “Jadi, tetap semangat. Jaga kesehatan dan tentunya kita harus berharap yang terbaik untuk Indonesia tercinta,” ujarnya.

Ia juga menyatakan saat ini virus corona memiliki tingkat kematian (mortalitas) yang tinggi di Indonesia. Khusus di negeri ini, tingkat mortalitas sudah di atas delapan persen. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan oleh juru bicara pemerintah terkait masalah corona, Achmad Yurianto, tercatat jumlahnya sudah mencapai 579 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 49 orang.

“Seperti kita tahu, penyebaran virus corona di negara kita begitu cepat dengan tingkat kematian yang tinggi. Oleh karena itu mari kita bersama-sama berkontribusi dalam memutus rantai penyebarannya,” katanya.

“Caranya mudah kok, kita semua dapat melakukannya dengan tinggal di rumah, ya kita tinggal di rumah. Inilah cara untuk memutus rantai penyebaran virus. Dengan inilah maka akan banyak jiwa yang akan terselamatkan,” katanya lagi.

Arey Arifin, penggagas dan motor Kophi mengatakan, yang dilakukan Kophi bersama sejumlah pesohor dan seniman seperti Eric Martoyo adalah sebuah langkah nyata untuk turut ambil bagian secara aktif dalam mengeliminir korban Covid-19. “Kita lakukan apa yang kita mampu, atas nama kemanusian, tidak yang lain, ” pungkas wartawan senior itu. (benny benke — 69).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *