Empat Desa Dilanda Kekeringan

JEPARA, Suaramerdeka.news – Sebanyak empat desa di Kabupaten Jepara mengalami kekeringan, yakni Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari, Desa Pendem Kecamatan Kembang, Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit, dan Desa Kunir Kecamatan Keling.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, empat desa tersebut membutuhkan suplai air bersih secara rutin. Saat ini suplai air diberikan BPBD melalui beberapa anggaran, yakni APBD Kabupaten Jepara, Lazizmu, dan BPR BKK Jepara.

”Untuk kebutuhan suplai air bersih, kami tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga bantuan dari pihak ketiga,” terangnya.

Droping air bersih rata-rata diberikan setiap tiga hari sekali. Jumlah bantuan air bersih yang digelontor oleh BPBD tertinggi untuk Desa Raguklampitan dengan jumlah lebih dari 100.000 liter air. Disusul kemudian Desa Blimbingrejo dengan jumlah lebih dari 60.000 liter air, kemudian Desa Pendem dengan lebih dari 60.000 liter air. Terakhir Desa Kunir dengan jumlah sekitar 15.000 liter air.

Kekeringan yang terjadi sampai Agustus 2019 ini sebenarnya lebih sedikit dibandingkan dengan kekeringan tahun lalu mencapai delapan desa. Namun, kebutuhan air di empat desa tersebut tetap mendapatkan perhatian dari BPBD. Bahkan, sejak pertengahan Juli lalu sudah dilakukan dropping air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.

”Sejak ada laporan krisis air, kami suplai air bersih rutin untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Arwin memprediksi, kebutuha air bersih ini akan terus berlanjut. Pasalnya, puncak musim kemarau biasanya terjadi pada buan September mendatang. Dengan kemungkinan tersebut, BPBD tetap bersiap untuk memberikan suplai air bersih selanjutnya. (H76-63)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *