Proses bongkar muat ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Nilai ekspor Jawa Tengah kumulatif Januari-Desember 2018 naik 9,96 persen. (suaramerdeka.com /Cun Cahya)
- Ekonomi

Ekspor Jawa Tengah Selama 2018 Naik 9,96 Persen

SEMARANG, suaramerdeka.com – Nilai ekspor Jawa Tengah kumulatif Januari-Desember 2018 naik 9,96 persen atau mencapai 6.588,01 juta Dolar AS dari ekspor kumulatif Januari-Desember 2017 sebesar 5.991,37 juta Dolar AS.

Kepala BPS Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, nilai ekspor non migas menyumbangkan 97,72 persen dari total ekspor Jawa Tengah selama Januari-Desember 2018. Menurutnya ekspor non migas Jawa Tengah di 2018 ini lebih baik jika dibandingkan ekspor non migas tahun 2017 dan 2016.

“Terbanyak dari industri pengolahan 91,34 persen, pertanian 6,10 persen dan pertambangan dan lainnya 0,28 persen,” katanya, saat memberikan berita resmi statistik di kantor, Selasa (15/1).

Sementara itu untuk nilai ekspor Jawa Tengah bulan Desember 2018 mencapai 544,94 juta Dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 0,93 persen dibanding ekspor November 2018 yakni 539,91 juta Dolar AS. Jika dibandingkan dengan Desember 2017 (year on year) ekspor Jawa Tengah naik sebesar 24,99 juta Dolar AS atau 4,81 persen.

“Jika di nasional mengalami penurunan ekspor, tapi di Jawa Tengah mengalami kenaikan,” ucapnya.

Ada tiga komoditas yang mempunyai nilai ekspor tertinggi yaitu tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang dari kayu serta bermacam barang hasil pabrik.

Sentot menjelaskan, Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok, menjadi negara pangsa pasar utama eksporJawa Tengah selama periode Januari-Desember 2018. Peranan ketiga negara tersebut terhadap ekspor Jawa Tengah periode Januari-Desember 2018 mencapai 48,79 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *