Dua “Penguasa” Lereng Sindoro-Sumbing Akan Berikrar di Kledung

TEMANGGUNG, Suaramerdeka.news – Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengaku sudah siap untuk ikut tampil dan berperan dalam perhelatan akbar sendratari Sindoro-Sumbing Mapageh Sang Watukulumpang sebagai bagian dari Festival Sindoro Sumbing, Sabtu (20/7) malam.

Tari kolosal yang melibatkan ratusan seniman dari Kabupaten Temanggung dan Wonosobo menurut rencana akan digelar di Lapangan Kledung yang merupakan titik perbatasan dua wilayah tersebut.

Direncanakan Bupati Hadik akan tampil bersama dengan Bupati Wonosobo Eko Purnomo. Kedua “penguasa” lereng Gunung Sumbing-Sindoro ini pada pagelaran itu akan memimpin rakyatnya masing-masing dalam sebuah ikrar kebaikan, untuk bersama-sama melestarikan alam dua gunung yang kini sudah kritis akibat eksploitasi berlebihan.

“Ceritanya begitu mau ikut main dalam sendratari di Kledung bersama Bupati Wonosobo. Saya sih siap-siap saja ikut sama panitianya bagiamana. Ya pokoknya optimistis bisa lah siap dan terus latihan,” ujarnya.

Sendratari Sindoro-Sumbing sendiri merupakan kelanjutan dari rangkaian acara di mana sebelumnya digelar Java International Floklore (Jifolk).

Satu Rumpun

Kepala Seksi Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Wonosobo Fatonah Ismangil, menuturkan, melalui acara kebudayaan ini dua Kabupaten tetangga, yakni Temanggung dan Wonosobo sepakat bersama-sama menjaga kelestarian alam di Gunung Sumbing dan Sindoro. Pasalnya, dua gunung kembar itu memang berada di wilayah dua kabupaten tersebut.

“Tradisi khas Temanggung dan Wonosobo secara kesejarahan memang banyak kesamaan, karena masih satu rumpun, termasuk dalam peninggalan sejarah serta pelestarian alam yang telah dilakukan para leluhur,” katanya.

Direktur Festival Sindoro-Sumbing Imam Abdul Rofik mengatakan, perhelatan di Kledung akan dimulai pada Jumat sore dengan ritual pengambilan air suci di Sendang Kledung. Selanjutnya, air akan digunakan pada sendratari Sindoro-Sumbing Mapageh Sang Watukulumpang dengan ritual selamatan pada Sabtu (20/7) malam. Di Wonosobo juga akan dilakukan ritual pengambilan air suci di Tuk Suradilaga dilanjutkan ritual petik sata.

Panitia menjanjikan sendratari Sindoro-Sumbing menjadi sebuah pertunjukan kolosal megah, di mana panggung berukuran 20×20 meter dengan latar belakang Gunung Sumbing.

“Sabtunya akan ada arak-arakan dari Temanggung dan arak-arakan dari Wonosobo bertemu di Lapangan Kledung,” terangnya.(K41-26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort