Dua Dalang Milenial asal Jakarta Pukau Warga Banyumas

BANYUMAS -Dua dalang milenial asal Jakarta Ki Prama Riza Fadhlansyah (15) dan Ki Rafi Ramadhan tampil menawan dalam pergelaran wayang kulit semalam suntuk di lapangan Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Minggu (1/12).
Tampil bersama dalang kondang Ki Anom Jatmiko yang tak lain putra Ki Anom Suroto asal Solo, Prama-Rafi membedah lakon ”Jumenengan Indraprasta” atau Babat Wanamarta. Kedua dalang yang menginjak remaja itu secara totalitas dalam mendalang.
Penonton dibuat kagum atas kiprahnya dalam olah sabet. Bukan sebatas prapatan, jeblosan, tapi piawai adegan salto. Rafi Ramadhan naik panggung membuka pagelaran dengan adegan perang. Setelah Rafi menghibur dengan adegan perang dilanjutkan Ki Anom Jatmiko jejeran hingga limbukan.
Setelah itu, Prama naik panggung mengisi adegan Bima Babat Alas dengan membongkar hutan dan seisinya yang akan dibangun sebagai kerajaan. Penonton dibuat berdecak kagum. Prama bukan sebatas piawai olah perang dan juga koprol, tapi sudah menghayati setiap adegan yang malam itu menyajikan lakon.
Prama yang lahir dan besar di Jakarta, sudah semakin matang baik dalam sulukan, antawecana maupun dialog antara tokoh Bima dan Anoman. Sulukan Prama juga enak didengar dan sudah sesuai dengan titilaras. Ini merupakan kemajuan luar biasa dari penampilan Prama dan Rafi.
Saat tokoh Bima berupaya merobohkan pohon raksasa, saking besarnya pohon tersebut sehingga Bima kesulitan mendorong apalagi mencabutnya. Namun Bima tidak kurang akal. Pohon raksasa itu dikuliti lembar demi lembar. Adegan dramatis ini membuat decak kagum penonton.
“Baru kali ini saya melihat dalang remaja sudah menghayati dan menjiwai setiap tokoh dan adegan,”ujar Saring Hartoyo, penggemar wayang kulit yang berada di samping kiri panggung.
Prama yang saat ini duduk di kelas 3 SMP dan Rafi Ramadhan duduk kelas 6 SD, keduanya cucu Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof Dr H Sumaryoto. Prama dan Rafi sudah malang melintang pentas wayang kulit mulai dari neger hingga mancanegara. Tak heran, Duta Seni Budaya Internasional ini pernah pentas di beberapa negara seperti India, Rusia dan Korea Selatan.
Sarana Paseduluran
Pentas wayang kulit kerja sama masyarakat Desa Pajerukan dan Unindra dalam rangka peringatan Hari Wayang Nasional 2019 yang jatuh pada 9 November. Pentas ini sekaligus wujud Program Pengabdian kepada Masyarakat (Adimas) Unindra PGRI Jakarta dalam bidang seni dan budaya.
Acara dihadiri oleh Bupati Banyumas Ir Ahmad Husein, Ketua FKUB Banyumas, Dr KH Supani MA, Rektor Unindra, Prof Dr H Sumaryoto dan Kades Pajerukan, Slamet Kartomiharjo. Para penonton wayang yang biasanya didominasi oleh orang tua, kali ini di barisan depan dipenuhi oleh anak-anak yang ingin teman sebaya mereka tampil mendalang.
Momentum istimewa, sebelum menyerahkan wayang gunungan kepada Rektor Unindra Prof H Sumaryoto, Bupati mengawalinya dengan suluk Patet Sanga yakni Sangsaya Dalu dan Bumi Gonjang-ganjing. Penyerahan wayang dari Bupati kepada Raktor Unindra dilanjutkan kepada Ki Anom Jatmiko dan dalang remaja Prama Riza Fadhlansyah.
“Pergelaran wayang kulit merupakan sarana paseduluran. Masyarakat bertemu saling sapa, guyub rukun, saling tolong menolong dan gotong royong,” ujar Bupati Ahmad Husein. (J19-45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *