Dua Dalang Cilik Sukses Bedah Lakon “Narayana Ratu”

KEBUMEN – Dua dalang cilik bersaudara Pramariza Fadlansyah (14) dan Rafi Ramadhan (12) sukses membedah lakon “Narayana Ratu” dalam dalam pergelaran wayang kulit di Pendapa Sanggar Indraprasta Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kebumen, Sabtu (29/6) malam.

Pentas dalang kakak adik kelahiran Jakarta itu mendapat sambutan sangat luar biasa oleh para pencinta ringgit purwa di sekitar Kecamatan Buayan. Warga semakin terhibur dengan kehadiran pelawak asal Banyumas Agnes Dodo dan Abimanyu dalam pergelaran ayang kulit itu.

Para penonton tidak hanya orang dewasa, tetapi banyak juga banyak anak-anak yang menyaksikan dari awal hingga cerita wayang pamungkas. Pentas wayang dalam rangka pengabdian masyarakat Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta itu juga disiarkan langsung oleh Ratih TV Kebumen.

Rektor Unindra PGRI Prof Dr H Sumaryoto mengatakan, sekaligus untuk melestarikan budaya nusantara dalam hal ini wayang kulit.

“Kami berharap, apa yang dilakukan Unindra memberi sumbangsih bagi dunia kesenian di Indonesia,” ujar Prof Sumaryoto didampingi Prama dan Rafi kepada Suara Merdeka sebelum pergelaran.

Prama-Rafi yang tak lain adalah cucu Prof Dr Sumaryoto telah melalang buana baik di Indonesia maupun mancanegara. Dua dalang cilik yang menyandang predikat duta budaya internasional itu sudah menggelar pertunjukan di sejumlah negara seperti Rusia, India dan Korea Selatan.

Khusus pentas di Desa Banyumudal cukup istimewa karena desa itu merupakan desa kelahiran Prof Sumaryoto. Sedangkan tempat yang dijadikan tempat pergelaran wayang merupakan rumah leluhurnya. Adapun pengabdian masyarakat dalam bentuk wayang kulit tersebut hampir digelar dalam setiap bulan. Seperti pada 27 Juli mendatang digelar di Nusawungu, Cilacap bersama Ki Jatmiko. Kemudian 20 Agustus 2019 Prama-Rafi tampil bersama Ki Anom Suroto di Alun-alun Kebumen dalam rangka hari jadi Kebumen. Pada 6 September di kampus Unindra dan 26 September di TMII dalam rangka dies natalis Unindra.

“Ini suatu bentuk apresiasi, sekaligus sebagai contoh dan motivasi bagi anak-anak untuk menggemari wayang kulit,” ujarnya.(Supriyanto-26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort