DPRD Jateng Inisiasi Rute Bus NYIA ke Kawasan Borobudur

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri (kanan) menyerahkan cendera mata kepada Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DIY Sigit Sapto Raharjo.

SEMARANG – Komisi D DPRD Jawa Tengah melihat potensi besar beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA) untuk menggenjot wisatawan ke Candi Borobudur. Maka Komisi D melakukan upaya kerja sama pengoperasian Bus Damri dari bandara ke sejumlah titik objek wisata di Kawasan Candi Borobudur.
Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri menuturkan, akan merugi jika bandara di Yogyakarta tersebut tak dimanfaatkan oleh Jawa Tengah. Padahal jika dilihat dari potensi ekonomi demikian besar. Langkah tersebut diharapkan mampu menggenjot kehadiran wisatawan dan mengungkit perekonomian masyarakat setempat.
“Nah, ini antara bandara baru NYIA ke Borobudur harus ada nilai tambahnya. Kita sudah melakukan koordinasi dalam rangka itu,” ungkap Alwin, Jumat (1/11).
Sebagai langkah awal, Komisi D DPRD Jateng bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa tengah berkunjung ke Dinas Perhubungan Provinsi DIY pada 25 Oktober.
Alwin berharap, hadirnya bandara NYIA dan dikembangkannya Kawasan Candi Boroburur oleh pemerintah pusat bisa berdampak positif bagi Jateng maupun DIY. Mengingat kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Candi Borbudur memilih menginap di DIY.
Pertumbuhan Ekonomi
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengungkapkan, dua tempat strategis NYIA dan Kawasan Candi Borobudur perlu terus dikoordinasikan dengan pemerintah DIY agar bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
“Satu sisi DIY punya bandara, kita punya Borobudur. Sama-sama meningkatkan dua potensi, infrastruktur di DIY maupun potensi pariwisata di Jawa Tengah. Sehinga bisa bermanfaat bagi semua,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DIY Sigit Sapto Raharjo menjelaskan penumpang di NYIA banyak dari Cilacap, Purwokerto dan sekitarnya, maka saat itu yang diutamakan angkutan dari wilayah tersebut menuju bandara. Pihak Angkasapura menyediakan 48 angkutan, terdiri dari 12 Bus Damri, 20 taksi dari Yogyakarta, kemudian 15 angkutan shutell, dan sisanya angkutan bandara.
Dia menambahkan, setelah hadirnya Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur sampai Karimunjawa, maka harus didukung transportasinya. Sehingga, Kementerian perhubungan membuka akses dari NYIA ke Borobudur dengan empat jalur, yaitu melalui Purworejo, kawasan Menoreh, jalur Nanggulan, dan jalur Yogyakarta – Magelang. (Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *