DPO Pelaku Pembacokan Ditembak Polisi

BREBES -Tim gabungan Resmob Satreskrim Polres Brebes dan Polsek Wanasari terpaksa menghadiahi timah panas kepada David Mei Sumantri (23), pelaku pembacokan di sejumlah Tempat Kejadian Perkara (TKP). David selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Brebes. Warga Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Brebes itu, ditembak petugas pada kaki kanan lantaran mencoba melawan dan kabur saat diringkus, Jumat dini hari (21/6).
Setelah dilumpuhkan, pelaku yang juga residivis atas kasus yang sama itu, langsung dibawa ke Mapolres Brebes untuk menjalani proses hukum. Pelaku diringkus saat berada di salah satu rumah warga di Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Ia menjadi buruan polisi lantaran telah melakukan aksi pembacokan di empat TKP di Kecamatan Brebes dan Wanasari. Terakhir, pelaku melakukan aksi pembacokan di depan salah satu ruko di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Brebes pada 18 Juni lalu. Korban adalah Sumarno (71), warga Desa Pesantunan RT 04/ RW 01 Kecamatan Wanasari, Brebes. Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho melalui KBO Reskrim Iptu Triyatno mengatakan, pelaku itu merupakan residivis yang juga masuk dalam DPO Polres Brebes atas kasus penganiayaan membacok korbannya dengan senjata tajam.
Empat TKP
Bahkan, pelaku sudah melakukan aksi kejahatan penganiayaan tersebut di empat TKP yang berbeda. Di antaranya, di Alun-alun Kota Brebes, di wilayah Kecamatan Brebes, dan dua TKP di wilayah Kecamatan Wanasari, termasuk di Desa Pesantunan.
Pengejaran
Berdasarkan laporan yang diterima dari para korban penganiayaan itu, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Pelaku kami tangkap di Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba. Saat anggota kami meringkus, pelaku ini melawan dan sempat mencoba kabur sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya,” ungkap dia.
Dari hasil penyelidikan sementara, kata dia, aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korbannya, rata-rata dipicu oleh kesalahpahaman. Di TKP Desa Pesantunan misalnya, peristiwa itu terjadi pada 18 Juni lalu. Kejadiannya berawal saat korban sedang keluar dari ruko dan meludah. Kemudian, pada saat masuk kembali ke kios, korban melihat pelaku berdiri di jalan sambil membawa samurai. Pelaku kemudian mendekati korban dan mengatakan kepada korban “ngapain kamu lihat-lihat saya terus”. Tanpa basa basi, pelaku langsung mengayunkan dan membacokkan samurai yang dibawanya ke korban hingga mengenai bagian kepala. Usai beraksi, pelaku meninggalkan lokasi kejadian dan senjata yang dibawa ditinggal di kios sebelah. “Motifnya, karena pelaku ini tidak terima saat ada orang yang melihati dan langsung melakukan pembacokan. Selain pelaku ini, kami juga berhasil mengamankan sebuah senjata tajam jenis samurai yang digunakan untuk aksi pembacokan dan sebuah helm,” terangnya.
Dia menambahkan, atas perbuatannya tersebut pelaku dijerat pasal 352 KUHP dengan acaman hukuman penjara selama lima tahun. “Saat ini kami masih memeriksa pelaku. Termasuk memintai keterangan sejumlah saksi,” pungkasnya. (H38-50)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort