Dompet Dhuafa Targetkan Himpun Ziswaf Rp 450 Miliar

JAKARTA – Lembaga filantropi Dompet Dhuafa menargetkan mampu menghimpun dana Rp 450 miliar pada tahun ini. Dana tersebut merupakan kelolaan zakat infaq, sodaqoh, dan wakaf (ziswaf) yang sampai Oktober 2019 terkumpul Rp 300 miliar.

“Target tahun ini Rp 450 miliar. Realisasi Rp 300 miliar per Oktober. Naik 27 persen dibanding Januari-Oktober 2018,” kata Executive Director Dompet Dhuafa Republika Foundation, Imam Rulyawan di Jakarta, Senin (9/12).
Adapun sepanjang tahun 2018, penghimpunan dana mencapai Rp 378 miliar. Khusus capaian 2019, Imam menyatakan hingga saat ini dana sudah tersalurkan sebesar 90 persen.

“90 persen sudah tersalurkan ke program ekonomi penerima zakat menjadi pemberi zakat. Seperti budidaya kerang hijau di Serang,” sambungnya.

Ia pun optimistis target dana yang dihimpun pada tahun ini tercapai. Salah satu upaya yang tengah dilakukan untuk mencapai target tersebut yaitu dengan menggelar acara nasional pada akhir tahun.

Adapun penyaluran dana ke dhuafa dari total dana kelolaan 30 persen untuk program ekonomi, 25 persen untuk kesehatan, 28 persen untuk pendidikan, dan sisanya untuk sosial budaya.

Menurutnya, kelolaan wakaf tunai yang diterima Dompet Dhuafa sangat berguna untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir. “Petani nanas kalau jual mentah kan murah makanya dibikin jadi selai tapi itu butuh pabrik nah pabriknya dibangun dari dana wakaf,” paparnya.

Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menambahkan pengentasan kemiskinan harus berarti pemberdayaan orang miskin (kaum dhuafa). “Untuk itu, perlu debirotikrasi, efisiensi dan kemandirian,” ujar Parni Hadi.

Menurutnya, Dompet Dhuafa berperan dalam menerapkan profetik filantropreneur (prophetic philanthropreneur) yang dijabarkan dalam prophetic socio-technopreneurship (wirausaha sosial profetik) untuk memutus lima lingkaran kemiskinan. “Salah satunya dengan program Dari Desa, Demi Desa yang merupakan percikan gagasan untuk memakmurkan desa, tempat bermukim mayoritas orang miskin di Indonesia (Prawacana Desa Development Index),” tambahnya.

Data kajian Lembaga Think Tank bentukan Dompet Dhuafa, IDEAS menyatakan pertumbuhan garis kemiskinan yang rendah sepanjang 2016-2019. Di satu sisi menggambarkan keberhasilan pengendalian harga komoditas kebutuhan pokok, namun di saat yang bersamaan juga menggambarkan kenaikan pengeluaran rumah tangga miskin yang dipicu oleh bantuan sosial. Dalam 4 tahun terakhir (Maret 2015 – Maret 2019) 3,45 juta penduduk mampu keluar dari kemiskinan. Namun demikian, pencapaian ini lebih rendah dari target RPJMN yang mematok target angka kemiskinan 7-8 persen pada 2019. (J10/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *