DKK Intensif Sosialisasikan 5 Ng

KARANGANYAR – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar intensif menyosialisasikan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5 Ng) ke segenap pihak terkait.

Program tersebut merupakan upaya pencegahan ibu meninggal saat melahirkan, yang penerapannya di tingkat masyarakat. Dengan mengetahui berbagai hal untuk mencegahnya, diharapkan angka kematian ibu melahirkan di Karanganyar bisa semakin diminimalisasi.

Kepala DKK Cucuk Heru Kusumo mengungkapkan, program dari Pemprov Jateng tersebut berkaitan dengan program lain, yang sama-sama bertujuan menekan angka kematian ibu melahirkan.

“Ada program Desa Siaga yang sudah berjalan. Di aspek profesi, Karanganyar punya program Super Pinter alias Semua Persalinan Dipimpin Dokter. Nah, 5 Ng ini dari provinsi, yang penekanannya pada tataran masyarakat. Supaya ada kepedulian untuk sama-sama mencegah ibu meninggal saat melahirkan,” katanya, kemarin.

Dikatakan, kasus ibu meninggal ketika persalinan karena tiga faktor, terlambat dalam mengambil sikap atau keputusan, terlambat dalam rujukan, serta terlambat dalam penanganan.

“Program Super Pinter menangani keterlambatan rujukan dan penanganan. Jateng Nginceng ini untuk mencegah adanya keterlambatan dalam mengambil sikap,” jelasnya.

Sebab, dalam kejadian gawat darurat, harus segera ada sikap tegas yang diambil, untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya.

“Jangan sampai ada jawaban nanti dulu. Kalau misalnya tidak bisa bersikap karena tidak mampu secara keuangan, Pemkab siap membantu. Jika tak mampu tapi punya Kartu Indonesia Sehat (KIS), tidak perlu bingung. Kalau tidak punya KIS, ada program Jampersal dan program penanganan krisis kesehatan yang bisa dimanfaatkan. Jadi perlu ketegasan mengambil keputusan,” jelasnya.

Disinggung mengenai angka kematian ibu melahirkan di Karanganyar, Cucuk mengatakan, pada tahun lalu ada lima kasus dari total 12 ribu persalinan. Pada 2017, kasusnya ada delapan. Sementara empat tahun silam, pernah mencapai 18 kasus.

“Angkanya terus menurun dan diharapkan semakin mengecil. Caranya, dengan melakukan penguatan di semua aspek. Masyarakat, keluarga, pemerintah, hingga mengintensifkan fungsi bidan desa,” imbuhnya. (H44-51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort