SM/Dian Aprilianingrum PENGAWASAN MAKANAN :> Tim gabungan memeriksa produk makanan kemasan yang dijual di Moro Department Store Purwokerto saat sidak pengawasan makanan, Rabu (15/5).(60)
- Regional Jateng

Ditemukan Izin Edar Produk Makanan Tak Berlaku

PURWOKERTO – Tim koordinasi pengawasan obat dan makanan Kabupaten Banyumas menemukan produk-produk makanan yang izin edarnya sudah tidak berlaku, tapi masih dijual dan dipajang di etalase toko modern. Temuan didapat saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko modern di Purwokerto, Sokaraja dan Banyumas, Rabu (15/5).

“Hasil monitoring pertama, ditemukan beberapa produk makanan yang izin edarnya tidak berlaku. Kedua kemasan produk rusak,” kata salah satu anggota tim koordinasi pengawasan obat dan makanan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Okto Sudaryo.

Menurut dia, beberapa produk yang kemasannya rusak jenis makanan olahan kaleng dan susu full cream

, seperti penyok dan kempot. Kerusakan kemasan dapat dicurigai karena benturan maupun adanya pertumbuhan mikroba di dalam kaleng. “Kalau di konsumsi (akibat adanya pertumbuhan mikroba) akan menganggu kesehatan. Kemasan produk yang penyok juga tidak layak di jual,” katanya.
Okto mengatakan, hasil temuan produk-produk tersebut akan dikomunikasikan dengan manajemen toko agar tidak menjual produk yang izin edarnya tidak berlaku dan kemasan rusak. “Kami akan menyampaikan ke manajemen toko agar produk tidak dijual dan menyarankan agar pelaku usaha yang menitipkan barangnya untuk memperpanjang izin edarnya,” kata dia.

Pembinaan

Di sisi lain, Dinas Kesehatan akan melakukan pembinaan agar para pelaku sadar dan tertib untuk memperpanjang izin edar produk makanan yang dijual ke masyarakat. “Dari beberapa temuan ini, sebagian produk makanan bukan dari wilayah Banyumas. Dari Banyumas hanya ditemukan satu produk, lainnya dari Wonosobo, Solo dan Banjarnegara,” ujar staf seksi farmasi, makanan dan minuman Dinkes Banyumas itu.

Berdasarkan pengamatan, memasuki bulan Ramadan toko-toko modern sudah banyak memajang makanan dan minuman untuk menyambut Lebaran, seperti kue kering, sirup dan masih banyak jenis kue lainnya. Konsumen yang membeli terlihat teliti membeli produk makanan dan minuman olahan. Sebagian konsumen membaca informasi yang tercantum dalam kemasan sebelum produk tersebut dibeli.

“Saya lihat tanggal kedaluarsanya. Kalau sudah kedaluarsa tidak saya beli,” tutur seorang pembeli, Surpiyati.

Pembeli lainnya, Tarmono mengaku harus cermat dalam membeli produk makanan dan minuman, salah satunya harus membaca informasi produk dan memilih kemasan produk yang masih bagus. “Saya beli untuk dijual lagi, jadi harus benar-benar teliti. Kalau tidak saya merugi karena konsumen saya tidak beli,” katanya.(H60-60)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *