Disperindag Kampanyekan Perlindungan Konsumen

TEMANGGUNG-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah mengampanyekan perlindungan konsumen dengan cara mendatangi langsung pasar rakyat. Strategi itu dianggap lebih efektif dalam memberdayakan konsumen. Dengan jemput bola atau bertemu langsung dengan pedagang, pembeli, produsen serta stakeholder terkait termasuk dinas perdagangan setempat, kampanye kian efisien, mengena, dan efektif.
Kepala Disperindag Jawa Tengah, M Arif Sambodo mengatakan, perlindungan konsumen tidak hanya pada masyarakat sebagai konsumen, namun juga masyarakat sebagai produsen. Dikatakan, perlindungan konsumen menyentuh dua aspek yaitu konsumen dan produsen. Tentunya dengan memberikan edukasi seperti di pasar sebagai titik ekonomi yang mandiri, kata dia, perlu adanya pemahaman hak-hak dan kewajiban konsumen, kewajiban dan kejujuran produsen.
Diungkapkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi perlindungan konsumen secara langsung di sejumlah pasar rakyat, seperti di Brebes, Kota Semarang, dan Temanggung. Di pasar rakyat, ungkap dia, transaksi itu mandiri. Ada keleluasaan bertransaksi. ”Nah, tentunya jangan dilupakan tentang hak-hak konsumen atau kewajiban produsen, misalnya pedagang menjual bukan karena murahnya saja, namun harus diperhatikan keamanan produksinya, tidak mengganggu lingkungan, tidak mengganggu kesehatan, dan juga nyaman. Artinya barang dikemas dengan baik, serta layak,” kata Arif Sambodo di Pasar Legi, Parakan, Temanggung, Rabu (6/11).
Banyak Pertanyaan
Ditambahkan, penyampaian langsung kepada masyarakat khususnya pasar rakyat mendapat perhatian yang baik dan animo yang besar. Pihaknya mengaku mendapat banyak pertanyaan seputar mengapa pedagang tidak boleh menjual makanan mengandung bahan berbahanya seperti pewarna tekstil dan boraks. Pertanyaan sederhana namun prinsip itulah yang harus dipahamkan.
”Untuk mendorong meratanya pemahaman perlindungan konsumen, sinergi terus kami jalin dengan dinas perdangan setempat, lembaga swadaya masyarakat yang peduli dengan perlindungan konsumen, badan penyelesaian sengketa konsumen atau juga melibatkan tim penggerak PKK, sehingga bisa efektif dan pesan itu sampai di masyarakat serta memahaminya,” kata dia.
Praktisi Perlindungan Konsumen Kabupaten Temanggung, Damar Susanto mengatakan, masih banyak warga yang belum paham hak-hak konsumen atau kewajiban produsen. Dengan adanya edukasi langsung kepada masyarakat dinilai positif dan bermanfaat karena sangat membantu dalam memahami dan menjadikan konsumen berdaya.
”Misalnya dalam hal perjanjian. Konsumen betul-betul mengetahui isi perjanjian, serta banyak bergaul, bertanya dengan orang yang lebih nerpengalaman dan tahu. Karena pada sebuah perjanjian itu ada klausul yang bisa merugikan konsumen apabila kita tidak jeli melihatnya,” kata Damar. (G4- 45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *