PURWOKERTO, Suaramerdeka.news – Wismilak melalui Wismilak Foundation mendorong kaum milenial untuk tidak ragu berwirausaha. Para usahawan muda dapat merealisasikan dan mempresentasikan ide bisnis melalui Diplomat Success Challenge yang berjalan untuk tahun ke-10 (DSC|X tahun 2019).

Penggagas DSC|X sekaligus Marketing Community & Event Manager Wismilak, Edric Chandra mengemukakan hal itu pada roadshow bertema “Koperasi Milenial Inovatif Kolaboratif with wismilak Foundation” di aula Alameda Moro Seneng Hotel and Resort Baturraden, Kamis (11/7). Dia mengaku terkesan dengan respons positif dari peserta roadshow.

“Saya sangat senang dengan antusiasme peserta roadshow DSC|X yang cukup tinggi di Purwokerto. Kami mengupayakan untuk menjawab semangat positif wirausahawan muda yang semuanya terlibat dan aktif pada kelompok koperasi ini,” katanya saat berbincang dengan Suara Merdeka.

Dia mengungkapkan, dari seluruh peserta roadshow, 70 persen di antaranya baru sekadar memiliki ide bisnis. Sementara sisanya sudah menjalankan wirausaha antara satu hingga lebih dari tiga tahun.

Karena itu, program DSC|X kali ini juga bekerja sama dengan Coworking Indonesia untuk menjadi jembatan penggerak komunitas. Tujuan utamanya adalah membangun pertumbuhan kewirausahaan dan ekonomi Indonesia melalui coworking.

Coworking Indonesia telah menjangkau 45 kota di Indonesia. Tahun ini bersama Coworking Indonesia, program DSC|X mengadakan roadshow di berbagai kampus dan coworking space di sembilan kota di Indonesia.

“DSC ini program kompetisi kewirausahaan satu-satunya di Indonesia yang memberikan peluang kepada kaum muda untuk menjadi seorang wirausaha sukses melalui pengembangan ide-ide kreatif mereka. Bentuknya memang kompetisi, tapi kami mendorong ide-ide wirausaha dalam bentuk inkubasi sampai terbentuk ekosistem dan jejaring antarusaha peserta. Jadi, bukan sekadar juara I, II atau III. Semua peserta pasti juara,” ungkapnya.

Konsep DSC tahun ini berbeda dari sebelumnya. Wismilak Foundation menggandeng partner strategis untuk menjangkau peserta dengan ide bisnis yang diaudisi jauh lebih banyak, yakni 150 tiap lima kota dengan total 750 proposal.

Sebanyak 20 ide bisnis yang terpilih di tingkat nasional akan mendapatkan pendampingan dari national mentor sebelum ide bisnis tersebut dipresentasikan di depan publik dan disaksikan langsung saat Final Day di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah.

Di hadapan para pegiat koperasi, Edric menjelaskan, syarat menjadi peserta sDSC|X tahun ini berusia 18-45 tahun, memiliki usaha atau ide bisnis kreatif, menyukai tantangan, dan pekerja keras dalam berwirausaha dan mendaftar melalui laman diplomatsukses.com.

“Peserta yang terpilih akan mendapat hibah modal usaha dengan total Rp 2 milliar yang akan diberikan kepada finalis terpilih sesuai dengan kebutuhan usaha, serta memberikan kesempatan kepada peserta terpilih untuk mendapatkan pendampingan atau mentoring untuk membangun pola pikir usaha yang sukses sebagai bagian dari pengembangan usaha berkelanjutan,” ujarnya.

Adapun roadshow kompetisi DSC|X dilakukan tanggal 21 Mei sampai dengan tanggal 23 Juli 2019 di sembilan kota di Indonesia, yakni Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Medan, Makassar, Bali, dan Jakarta.

Dia menambahkan, para finalis akan mendapatkan mentoring dari Michael Tampi (Venture Capitalist &Angel Investor), Muhammad Aga (Co-Founder Coffee S.M.I.T.H, Roaster, IBC Champion 2018), Pangeran Siahaan (Founder& CEOAsumsi.co) dan Dr Dina Dellyana (Dosen SBM ITB, Entrepreneur, Musisi). Para mentor bakal mendampingi finalis terpilih selama masa inkubasi untuk menyiapkan rencana bisnis dan menerapkannya secara tepat. (K35-27)