Dinas Peternakan Periksa Hewan Kurban

SRAGEN- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) melakukan berbagai antisipasi terhadap kesehatan hewan ternak, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha ini. Apalagi semakin dekat menjelang Idul Adha, semakin banyak hewan ternak yang berasal dari luar daerah. Semua hewan ternak yang dikirimkan ke luar daerah, harus dipastikan sehat dan telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari otoritas veteriner.

Hal ini diungkapkan Kepala Disnakkan M Jazairi kepada Suara Merdeka, Kamis (18/7). Jazairi mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi kesehatan hewan ternak. Lantaran pada saat ini mulai banyak hewan kurban atau hewan ternak yang masuk dari luar Sragen.

”Setiap ada hewan ternak yang datang, harus di cek, sehat semua atau tidak, kalau ada yang tidak sehat maka harus diobati terlebih dulu,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) ini menyampaikan, meski hewan ternak bukan dari daerah endemi antrak, namun tetap dilakukan pengecekan. Pengecekan sudah dilakukan sejak awal bulan Juli ini. Dia menjelaskan Disnakkan sendiri punya 12 orang dokter hewan yang siaga sejauh ini.

”Mereka siap untuk memeriksa hewan ternak, termasuk di pasar hewan,” katanya.

Sementara itu, harga-harga sapi di wilayah Sragen mengalami kenaikan menjelang Idul Adha 1440 Hijriyah. Berdasarkan pantauan di Pasar Hewan Sumberlawang, harga-harga sapi naik berkisar Rp 800 ribu-Rp 1 juta. Rebo (65) salah satu pedagang sapi mengatakan, sudah beberapa waktu ini harga sapi di Pasar Sumberlawang sudah mulai berubah naik.

Menurut dia untuk Limosin harga mulai Rp 28 juta-Rp 30 juta, Brahma Rp 16 juta-Rp 17 juta, Simental Rp 20 juta-Rp 25 juta, Pegon Rp 15 juta-Rp 16 juta. ”Untuk harga-harga sapi terbilang masih rata-rata, adapun kenaikan belum begitu tinggi,” jelasnya. Harga juga masih akan naik, mendekati pelaksanaan Idul Adha. Animo masyakat Sragen sendiri cukup bagus. Menurut dia, harga sapi yang paling diminati pembeli adalah sapi dengan harga Rp 20 juta-Rp 22 juta. Sedangkan kalau untuk harga kambing cenderung sama pada tahun lalu, yaitu antara Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta.

Rohmat (40), salah satu pedagang lainnya mengatakan, dirinya setiap minggu berjualan sapi di Pasar Hewan Sumberlawang. Warga Desa Temon, Kecamatan Branti, Kabupaten Grobogan ini mengakui, memang terjadi kenaikan harga sapi kurban tahun ini.

”Sekarang ini kenaikannya belum tinggi, masih bisa terbilang rata-rata, kemungkinan nanti puncaknya kenaikan dua minggu jelang Idul Kurban,” terangnya.

Susilo, warga Kelurahan Ngembatpadas, Kecamatan Gemolong mengatakan bila dia ke Pasar Hewan Sumberlawang karena hendak survei harga sapi untuk keperluan kurban. Menurut dia, harga sapi yang diminati untuk sapi kurban sebesar Rp 17 juta-Rp 30 juta. ”Kalau membeli sapi lebih baik waktunya agak panjang sebelum Idul Adha, sebab kalau semakin dekat harganya semakin naik,” katanya. (H53-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort