Dinas Kehutanan Optimalkan Budi Daya Lebah Madu

BLORA -Sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat budi daya lebah madu. Oleh karena itu, Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jateng Wilayah I berupaya mengoptimalkan budi daya lebah madu di wilayah tersebut.
Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jateng Wilayah I Kabupaten Blora, Jati Wiyono mengemukakan, beberapa wilayah yang potensial untuk budi daya lebah madu di di Kabupaten Blora di antaranya Kecamatan Blora, Sambong, Jiken, Jepon, Ngawen, Japah, Todanan dan Banjarejo.
Menurutnya, bunga tanaman Jeblungan dan Sangketan yang banyak dijumpai di kawasan itu, ternyata menghasilkan nektar atau sari bunga tanaman sebagai pakan lebah. ”Bunga tanaman Jeblungan dan Sangketan mungkin sering diabaikan, tetapi sejatinya pada bunga itu menghasilkan nektar atau sari bunga, cairan manis kaya gula yang diproduksi bunga. Nektar ini menjadi sumber makanan lebah,” ujarnya, Selasa (24/9).
Selain nektar, kata Jati Wiyono, bunga tanaman Jeblungan dan Sangketan juga sebagai penghasil bee pollen, yakni serbuk sari dari lebah yang mengandung karbohidrat, protein, asam lemak, antioksidan, serta vitamin dan mineral. Bee pollen terbentuk dari campuran serbuk sari, nektar, madu dan cairan tubuh lebah.а”Beberapa tahun belakangan ini, bee pollen menjadi pusat perhatian karena dipercaya memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh, manusia,” ungkapnya.
Menurutnya, sejumlah warga yang membudidayakan lebah madu di Blora, sudah menuai hasil panen madu asli yang berkualitas bagus dan bermanfaat untuk aneka kebutuhan.”Budi daya lebah madu termasuk kategori hasil hutan bukan kayu (HHBK) karena berada di bawah tegakan. Kami terus melakukan pembinanan termasuk membantu pemasaran,” tandasnya.
Panen
Waluyo, salah seorang pembudi daya lebah madu membenarkan bahwa Kabupaten Blora menjadi daerah potensial budi daya lebah madu. ”Saya sudah buktikan dengan puluhan boks berisi lebah, dan sekitar 15 hari sudah bisa panen madu,” katanya.
Lebah madu berhasil dibudidayakan antara lain di wilayah Desa Nglangitan dan Dusun Kaliceper Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan. Menurutnya, budi daya lebah madu harus melihat pula kondisi ketersediaan pakan yang menghasilkan nektar, sehingga terkadang pembudidayaan harus berpindah-pindah tempat yang cocok agar produksi madu lebih cepat dan bagus. ”Kalau lokasinya tepat, madu yang dihasilkan akan melimpah,” ungkapnya. (H18-63)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *