xpornplease.com pornjk.com porncuze.com porn800.me porn600.me tube300.me tube100.me watchfreepornsex.com

Devisa Hilang Rp 36 M, Gegara Ekspor Lobster Digagalkan Bea Cukai.

JAKARTA, Suaramerdeka.News – Nelayan lobster yang tergabung dalam Perkumpulan Budidaya dan Nelayan Lobster Indonesia (PBNLI) menyayangkan langkah Bea Cukai gagalkan ekspor 2,7 juta ekor baby lobster pada Selasa, 15 September 2020, lalu. Setelah mengetahui banyaknya baby lobster yang mati akibat terlalu lama ditahan.

“Kami apresiasi tugas Bea Cukai, namun kalau sampai mati, itu merugikan aset kita. Penyitaan barang bukti mati dengan barang bukti hidup itu berbeda,” jjar Kris Budiharjo, Ketua Dewan Penasehat PBNLI.

Kalaupun masih hidup, lanjut Kris, kualitasnya pasti menurun. “Pengalaman kami sebagai nelayan, kalau 3 hari saja tidak ditangani dengan baik, kualitasnya menurun, nilai jual bisa turun 1/3 dari harga normal,” imbuhnya.

Para eksportir itu perusahaan berizin dan baby lobster itu sudah legal, apabila sudah di border harusnya sudah dapat NPE, dan yang mengeluarkan NPE kan juga Bea Cukai. Kalo kelebihan jumlah kan harusnya ada mekanismenya. Ini mematikan ekonomi. Tutup Kris Budiharjo

Berdasarkan hasil perhitungan Bea Cukai yang disampaikan via jumpa pers pada Jumat (18/9/2020) lalu, dengan menggagalkan 1,2 juta ekor baby lobster yang tidak sesuai dengan dokumen ekspor milik 14 perusahaan, pihaknya telah menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar.

Namun para nelayan di PBNLI menilai, kerugian yang dialami Negara bisa mencapai hingga Rp 36 miliar lebih atau US$2,7 juta devisa hilang. Hal ini mengacu pada data Bea Cukai apabila 2,7 juta ekor lobster yang saat ini menjadi barang bukti tidak dapat di ekspor.

Efek domino kegagalan ekspor ini pun turut dirasakan nelayan di kawasan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Pengepul Koperasi Delta Mas Bahari mengaku 160 lebih nelayan binaannya belum mendapat pelunasan dari pihak perusahaan.

“Kami baru dibayar setengahnya. Biasanya kalau barang (baby lobster) sudah terkirim (ekspor) baru nanti perusahaan lunasin sisanya, “Jelas Mirojudin, Pengurus Koperasi Delta Mas Bahari.

Mirojudin menambahkan, satu hari setelah sidak Bea Cukai, harga benih lobster turun drastis. Biasanya nelayan mampu mendapat bayaran Rp9.000 per ekor. Namun setelah 14 perusahaan pemegang hak ekspor lobster dinyatakan sebagai penyelundup, harga baby lobster hanya dibandrol Rp2.500 per ekornya.

“Sudah 3 hari nelayan-nelayan saya gak turun ke laut. Perusahaan lagi gak ekspor, terus siapa yang mau beli?” tambahnya.

Menurut Kris Budiharjo, keresahan Mirojudin pun turut dirasakan ribuan nelayan anggota PBNLI.
“Di tingkat nelayan, berapa uang yang dihentikan berputar di era pandemi ini? bayangkan anjloknya harga di bawah dan lesunya pasar, ini merupakan salah satu ciri menuju ke resesi.”

Dirinya juga mempertanyakan status perusahaan yang gagal ekspor karena takut dianggap kerjasama dengan penyelundup. Kebingungan ini pun menambah beban di tingkat nelayan. Apalagi di tengah pandemi corona, pangsa pasar ekspor menjadi harapan nelayan di tengah lesunya pasar dalam negeri.

“Harapan saya pemerintah lebih bijaksana dalam bertindak dan mengambil langkah-langkah, masih ada langkah-langkah pencegahan, pembinaan supaya tidak lagi ada gagal ekspor. Kasian nelayan mas, kalau jual lokal, harganya gak sesuai sama modal, yang ada nelayan pada rugi,” pungkasnya dan sekarang semuanya seperti tidak ada harapan. (Bb-39).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

izmir escort
php shell
denizli escort bayan düzce escort bayan bolvadin escort denizli escort banaz escort escort ısparta escort çankırı afyon escort bayan escort balıkesir escort bolu
istanbul escort ilanlari istanbul escort istanbul escort bayanlarla sevgili tadinda etkilesimler. istanbul escort bayanlar istanbul escort istanbul escort hizmeti icin ideal web sitesi.