Demak Tiga Kali Berturut Raih WTP

UNTUK : kali ketiga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak mendapat penghargaan bergengsi, opini predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kemarin.

Predikat tersebut diperoleh atas penilaian kinerja pemerintahan sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2018. LHP tersebut diberikan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jateng Ayub Amali kepada Bupati Demak, Muhammad Natsir dan Ketua DPRD Nurul Muttaqin di Gedung BPK Perwakilan Jateng, (28/5).

Bersama Pemerintah Kabupaten Demak, terdapat 25 pemerintah daerah kabupaten/kota yang juga meraih predikat serupa. Ayub Amali mengapresiasi Pemkab Demak dan DPRD serta pemerintah daerah lainnya yang telah tepat waktu menyampaikan laporan keuangan sesuai aturan perundangan.

Menurutnya, BPK melakukan pemeriksaan rutin terhadap laporan keuangan pemerintah dan sekaligus memberi opini berdasar pada standar pemeriksaan keuangan negara. “Hukumnya wajib bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan opini predikat WTP, karena jika tidak, berarti kinerjanya masih belum baik,” katanya.

Dia menambahkan, dalam hasil pemeriksaan laporan keuangan, pihaknya memberikan tiga buku yang meliputi LHP atas Laporan Keuangan dan Opini, Sistem Pengendalian Intern, dan Kepatuhan Peraturan Perundang-Undangan. Sementara itu, Bupati Muhammad Natsir menyatakan lega dan bangga daerahnya dapat kembali meraih predikat WTP dengan menempati peringkat ke-5 terbaik kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Opini WTP menjadi bukti atas laporan keuangan Kabupaten Demak yang terkategori baik dan akuntabel. Opini WTP tersebut juga merupakan suatu apresiasi BPK atas kinerja Pemerintah Kabupaten Demak. Pemkab Demak dinilai berhasil menyusun dan menyajikan laporan Keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, efektivitas sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Disiplin

Dia juga menyampaikan untuk mempertahankan opini WTP tahun anggaran 2019, ke depannya pemda harus lebih semangat dan disiplin dalam menyusun laporan keuangan. “Karena setiap tahun aset itu bertambah. Jadi harus semakin tertib dan disiplin dalam melaporkan,” terang Bupati. Apresiasi atas keberhasilan tersebut disampaikan Ketua DPRD Demak, Nurul Muttaqin.

Meski prestasi WTP menjadi kewajiban semua pemerintah daerah, namun untuk mendapatkannya bukan hal mudah. Perlu kerja keras dan penuh kesungguhan, disiplin dan manajemen yang baik. “Pesan kami, pertahankan prestasi ini dan upayakan agar semakin meningkat,” katanya. Hal senada disampaikan Inspektur Kabupaten Demak, Kurniawan Arifendi.

Ia menuturkan, tahun 2019, predikat WTP harus dipertahankan. Bahkan dalam pandangannya WTP merupakan harga mati. ”Maka sedari awal kami berkomitmen untuk mempertahankan opini WTP.” Berbagai upaya terus dilakukan untuk mempertahankan predikat ini.

“Kepala OPD kami imbau untuk dapat mendampingi tim BPK yang turun ke Demak. Ini kami lakukan mengingat para Kepala OPD lah yang tahu persis pembangunan yang ada di Kabupaten Demak” tutur Kurniawan. (Hasan Hamid-22)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort